KJRI Jeddah Pastikan Layanan Haji Gelombang I Lancar, Jemaah Diminta Disiplin

2 Min Read
Staf Teknis Perhubungan KJRI Jeddah, Doddy Hendra Wijaya, meninjau langsung Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi di Bandara Pangeran Mohammed bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Jumat (1/5/2026), untuk memastikan kesiapan layanan jemaah haji Indonesia.

Madinah, ReaksiNasional.com – Memasuki hari ke-11 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, layanan kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama di Bandara Pangeran Mohammed bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dipastikan berjalan lancar dan terkendali tanpa kendala berarti.

Kondisi tersebut terungkap dalam kegiatan monitoring yang dilakukan Staf Teknis Perhubungan KJRI Jeddah, Doddy Hendra Wijaya, saat meninjau langsung Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi pada Jumat (1/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Doddy diterima langsung oleh Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, guna memastikan kesiapan layanan menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua.

“Selama satu pekan terakhir tidak ada masalah yang menonjol, seluruh proses penanganan jemaah berjalan dengan baik dan terkendali,” ujar Doddy.

Ia menjelaskan, kedatangan jemaah haji gelombang kedua dijadwalkan mulai berlangsung pada 7 Mei 2026 melalui Bandara Jeddah. Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah jemaah, Daker Bandara akan melakukan penguatan personel serta pembagian tugas yang lebih terstruktur.

Menurut Doddy, koordinasi antarpetugas menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh proses pelayanan tetap optimal, terutama dalam pengaturan arus kedatangan jemaah di bandara.

“Di Daker Bandara akan dilakukan pembagian tim untuk memperkuat pelayanan. Koordinasi menjadi kunci agar semua proses tetap berjalan lancar,” jelasnya.

Selain kesiapan petugas, Doddy juga menekankan pentingnya kedisiplinan jemaah dalam mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan sejak dari embarkasi di Tanah Air hingga proses penerbangan menuju Arab Saudi.

“Jemaah haji harus mengikuti aturan yang sudah ditentukan, mulai dari masuk asrama hingga penerbangan. Disiplin sangat penting agar tidak terjadi gangguan dalam proses pelayanan,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara petugas dan jemaah dapat terus terjaga sehingga seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar, khususnya pada fase krusial kedatangan di bandara Arab Saudi.

Share This Article