Kirab Budaya Haul KH Sholeh Darat 2026 Perkuat Wisata Religi dan Edukasi Sejarah di Semarang

3 Min Read

, ReaksiNasional.com – Peringatan haul ulama besar KH Sholeh Darat kembali digelar dengan menghadirkan Kirab Budaya yang lebih meriah dan sarat nilai edukasi di Kota Semarang, Ahad (19/4/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kuningan, dekat masjid peninggalan sang ulama, menjadi bagian dari upaya memperkuat wisata religi sekaligus edukasi sejarah Islam Nusantara.

Kirab budaya yang digelar untuk kedua kalinya ini mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang sebagai bentuk pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas daerah. Ketua panitia, H. Ahmad Gunawan, menyampaikan bahwa konsep kegiatan tahun ini dirancang lebih besar dengan muatan edukatif yang kuat.

Menurutnya, kirab tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perjuangan dan pemikiran KH Sholeh Darat. Ia juga mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi aktif dalam momentum tersebut sebagai bagian dari upaya merawat tradisi dan memperkuat identitas budaya lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pementasan teater di kawasan Kampung Melayu yang menggambarkan perjalanan KH Sholeh Darat sepulang dari Makkah menuju Semarang. Fragmen tersebut menampilkan suasana penyambutan oleh tokoh lokal dan ulama sebagai simbol kuatnya jaringan keilmuan Islam Nusantara.

Selanjutnya, peserta kirab bergerak menggunakan dokar dengan iringan barisan prajurit bergaya Mataram Islam, ratusan santri dari lembaga pendidikan Al-Qur’an, serta aktivis Nahdlatul Ulama. Rute kirab melintasi sejumlah titik bersejarah, mulai dari Kampung Melayu, Masjid Menara, Masjid Darat, hingga berakhir di Lapangan Kuningan.

Wakil Ketua panitia, Farid Zamroni, menegaskan bahwa kegiatan ini membawa pesan edukasi lintas generasi. Ia menyebutkan bahwa melalui kirab dan pementasan teater, generasi muda dapat memahami perjuangan ulama yang tidak hanya melalui dakwah di mimbar, tetapi juga melalui jalur pendidikan dan kebudayaan.

Nilai edukasi juga diperkuat melalui adegan teater lanjutan yang menampilkan sosok RA Kartini sebagai santri KH Sholeh Darat. Narasi ini dinilai relevan dengan semangat emansipasi perempuan dan berdekatan dengan momentum peringatan Hari Kartini.

Di lokasi akhir kegiatan, pertunjukan teater menggambarkan perjuangan dakwah melalui pendidikan sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan, sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan dalam membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan konser kolosal yang melibatkan 15 grup rebana, serta sambutan masyarakat yang dikemas melalui tembang Macapat oleh Ketua PCNU Kota Semarang, H. Anasom. Puncak kegiatan dijadwalkan dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda.

Rangkaian acara ditutup dengan pengajian Wayang Dakwah oleh KH Nurul Huda yang dikenal dengan pendekatan dakwah kultural berbasis tradisi Jawa. Melalui kegiatan ini, panitia bersama PCNU Kota Semarang mengajak masyarakat untuk menjadikan kirab budaya sebagai sarana menghidupkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari.

Share This Article