Ketua KBIHU Mirfat Tekankan Disiplin Jemaah Haji Sejak Berangkat hingga Pulang

2 Min Read
Ketua KBIHU Mirfat Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Hj Neneng Siti Kholilah (kanan), memberikan keterangan mengenai pentingnya kedisiplinan jemaah haji sejak sebelum keberangkatan hingga proses pemulangan di Madinah.

MADINAH, ReaksiNasional.com – Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Mirfat Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Hj Neneng Siti Kholilah, menegaskan bahwa kedisiplinan jemaah menjadi faktor utama dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, budaya disiplin harus dibangun sejak sebelum keberangkatan hingga seluruh rangkaian pemulangan ke Tanah Air selesai.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Neneng itu mengatakan, seluruh jemaah telah mendapatkan pembekalan untuk mematuhi berbagai ketentuan, termasuk aturan penerbangan. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan seluruh jemaah.

Ia menjelaskan, pembinaan kepada jemaah tidak berhenti setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan. Menjelang kepulangan ke Indonesia, para jemaah kembali memperoleh pengarahan mengenai prosedur perjalanan, termasuk tata cara pemeriksaan barang bawaan agar proses keberangkatan dari Arab Saudi dapat berlangsung tanpa kendala.

Menurut Neneng, kedisiplinan jemaah juga dipengaruhi oleh keteladanan para pembimbing. Oleh karena itu, pembimbing harus mampu menjadi contoh dalam mematuhi setiap aturan yang telah disosialisasikan kepada jemaah.

“Kalau mengajak jemaah disiplin, pembimbing juga harus disiplin,” ujar Neneng kepada tim Media Center Haji (MCH), kemarin.

Ia menambahkan, konsistensi dalam bersikap menjadi salah satu kunci keberhasilan pembinaan jemaah. Selama berada di Tanah Suci, jemaah KBIHU Mirfat, kata dia, mendapat apresiasi karena dinilai tertib dan disiplin dalam mengikuti arahan petugas.

Pengalaman mendampingi jemaah selama bertahun-tahun juga menjadi bekal bagi KBIHU Mirfat untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan pada setiap musim haji. Menurutnya, pelayanan kepada jemaah harus terus mengalami perbaikan dan tidak boleh berhenti pada capaian yang telah diraih.

Menjelang proses pemulangan, Neneng kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi aturan keselamatan penerbangan, termasuk larangan membawa air dalam jumlah besar di dalam koper bagasi.

Ia berharap budaya disiplin yang telah dibangun selama menjalankan ibadah haji dapat terus dipertahankan hingga jemaah tiba kembali di Indonesia sehingga proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, dan tidak menyulitkan petugas.

“Semoga jemaah tetap tertib dan menjadi teladan dalam mematuhi aturan,” tuturnya. Ia juga berharap budaya disiplin tersebut terus menjadi bagian dari penyelenggaraan ibadah haji pada musim-musim berikutnya. (San)

Share This Article