SEMARANG, ReaksiNasional.com – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Arief Rahman, mengimbau seluruh kader yang bertugas di posko siaga mudik Lebaran untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik dengan pendekatan humanis, layaknya melayani keluarga sendiri.
Pesan tersebut disampaikan Arief kepada kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang disiagakan di berbagai posko mudik di wilayah Kota Semarang. Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan menjadi faktor utama dalam memberikan kesan positif bagi para pemudik.
“Saya pesan kepada seluruh kader Ansor dan Banser yang stand by di posko untuk melayani pemudik yang mampir seperti keluarga sendiri,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, fasilitas yang tersedia tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan pelayanan yang tulus dan berkesan. Ia meminta para kader untuk tidak bersikap kaku atau terlalu formal dalam melayani pemudik.
“Mereka yang mampir harus dilayani dengan perasaan sehingga saat melanjutkan perjalanan mereka merasa pelayanan kita ini menyenangkan,” katanya.
Arief menegaskan bahwa keberadaan posko siaga mudik bukan sekadar tempat singgah, melainkan representasi nilai Ansor sebagai Khodimul Ummah atau pelayan umat. Posko tersebut diharapkan menjadi ruang pelayanan kemanusiaan yang memberikan rasa aman dan perhatian bagi para pemudik selama perjalanan.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai sosial dalam ajaran agama yang harus dipegang teguh oleh para kader. Menurutnya, pelayanan kepada pemudik merupakan wujud nyata dari ajaran Islam yang menekankan manfaat bagi sesama.
“Islam tidak hanya mengajarkan ibadah vertikal, tetapi juga ibadah horizontal. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arief menyampaikan bahwa dirinya melakukan pemantauan secara berkala terhadap operasional posko, baik melalui kunjungan langsung maupun pemantauan melalui perangkat komunikasi.
Posko siaga mudik di Kota Semarang menyediakan berbagai layanan bagi pemudik, mulai dari tempat istirahat, informasi arah perjalanan, hingga layanan pijat untuk membantu memulihkan kondisi fisik. Selain itu, tersedia pula fasilitas pengisian angin ban serta pengecekan kendaraan sebagai solusi cepat bagi pemudik yang mengalami kendala di perjalanan.
“Jika tidak terburu-buru, pemudik bisa beristirahat, tidur, atau dipijat terlebih dahulu agar kembali bugar sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, layanan sederhana yang diberikan dengan keikhlasan dan pendekatan kekeluargaan diyakini akan memberikan kesan mendalam bagi para pemudik.
Sebagai salah satu simpul penting arus mudik nasional, Kota Semarang yang berada di jalur pantura menjadi titik lintasan utama ribuan kendaraan setiap harinya. Program posko mudik ini merupakan bagian dari inisiatif Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah yang mendirikan sebanyak 267 posko di seluruh kabupaten dan kota.


