BIREUEN, ReaksiNasional.com – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menyiapkan sebanyak 17 masjid ramah pemudik yang tersebar di sepanjang jalur nasional Banda Aceh–Medan serta jalur lintas Bireuen–Takengon untuk mendukung kenyamanan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Zulkifli, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah tersebut.
“Bireuen berada di jalur nasional Banda Aceh–Medan yang setiap tahunnya menjadi lintasan utama arus mudik di Aceh. Karena itu, kami menyiapkan sejumlah masjid yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, menunaikan shalat, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia selama perjalanan,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Adapun masjid yang disiapkan antara lain Masjid Al-Munawarah dan Masjid Baital Makmur Al-Amin di Kecamatan Samalanga, Masjid Nurul Ikhlas di Kecamatan Simpang Mamplam, serta Masjid Baitul Kiram di Kecamatan Pandrah. Selain itu, tersedia pula Masjid Al-Mukarramah dan Masjid Imum Syafi’i di Kecamatan Jeunib, serta Masjid Teungku Meuruhom Muda di Kecamatan Peudada.
Masjid lainnya yang turut disiapkan meliputi Masjid Ridha di Kecamatan Jeumpa, Masjid Sultan Jeumpa di jalur lintas Bireuen–Takengon, Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Al-Amin di Kecamatan Kota Juang, serta Masjid Baitul Huda dan Masjid Baitul Izzah di Kecamatan Peusangan.
Selain itu, terdapat Masjid Al-Istiqamah dan Masjid Al-Ikhlas di Kecamatan Kutablang, serta Masjid Taqwa dan Masjid Al-Munawwarah di Kecamatan Gandapura yang juga dapat dimanfaatkan oleh pemudik.
Zulkifli menambahkan, keberadaan masjid ramah pemudik diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para musafir yang menempuh perjalanan jauh, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat.
“Keberadaan masjid ramah pemudik ini diharapkan dapat membantu para musafir agar dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan mudik,” katanya.
Penyediaan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran arus mudik di Aceh, khususnya di wilayah Kabupaten Bireuen yang menjadi jalur strategis penghubung antarwilayah.


