BINTAN, ReaksiNasional.com – Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, tengah dilanda kekeringan yang berdampak pada puluhan ribu kepala keluarga di hampir delapan kecamatan. Pemerintah Kabupaten Bintan mencatat sedikitnya 24.479 KK mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya volume sumber air baku.
Kondisi tersebut dipicu oleh menyusutnya debit air di empat waduk yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan mengalami kekeringan secara menyeluruh.
Menanggapi situasi ini, Bupati Bintan Roby Kurniawan langsung menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Melalui koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), distribusi air dilakukan secara gotong royong oleh organisasi perangkat daerah.
Sedikitnya 15 OPD terlibat dalam penyaluran bantuan dengan total lebih dari 150 ton air bersih yang telah didistribusikan. Dalam dua hari, jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga hampir 300 ton untuk menjangkau lebih banyak wilayah terdampak.
“Hari ini dan besok kita terus salurkan air bersih. Semua OPD kita porsikan minimal 10 ton air bersih,” ujar Roby.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan wilayah yang paling terdampak. Pemerintah daerah juga melibatkan aparat tingkat kelurahan hingga RT/RW untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Selain langkah darurat, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan strategi jangka panjang guna mengantisipasi kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau, terutama pada awal tahun. Upaya tersebut meliputi penambahan sumber air baku, pendalaman waduk, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk BMKG dan PDAM.
Roby menegaskan bahwa penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi semua pihak agar dampaknya dapat diminimalkan. Ia berharap langkah cepat yang dilakukan saat ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi pijakan dalam menghadapi tantangan serupa di masa mendatang.


