Karya Sineas Muda Brebes Lestarikan Budaya dan Dukung Promosi Daerah

4 Min Read
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, membuka rangkaian Brebes Night Creative (BNC) dan Ider Film di Pelataran Balai Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, yang menampilkan film karya sineas muda serta pertunjukan seni budaya lokal.

, ReaksiNasional.com – Karya sineas muda Kabupaten Brebes dinilai memiliki peran strategis dalam melestarikan budaya sekaligus menjadi media efektif untuk mempromosikan potensi daerah. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat yang memadati Pelataran Balai Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, saat mengikuti rangkaian Brebes Night Creative (BNC) dan Ider Film.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, mengatakan besarnya minat masyarakat menyaksikan film lokal menjadi bukti bahwa karya anak daerah memiliki ruang yang kuat di tengah publik. Menurutnya, masyarakat merindukan tontonan yang berkualitas, dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mampu memperkenalkan budaya lokal.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat merindukan tontonan yang berkualitas, dekat dengan kehidupan mereka, sekaligus memperkenalkan budaya daerah,” ujar Fajar, Kamis (25/6/2026).

Fajar mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Padasugih terhadap penyelenggaraan pemutaran film Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela. Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes tersebut menghadirkan pertunjukan seni budaya serta pemutaran film karya sineas lokal yang mengangkat kehidupan masyarakat, legenda daerah, nilai-nilai sosial, hingga penggunaan bahasa khas Brebes sebagai bagian dari penguatan identitas budaya.

Menurutnya, karya sineas muda merupakan aset penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif Kabupaten Brebes. Melalui film lokal, berbagai potensi daerah, tradisi, bahasa, dan kehidupan masyarakat dapat diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.

“Film lokal bukan sekadar hiburan, tetapi juga media promosi daerah yang efektif. Para sineas muda telah menghadirkan karya yang merekam identitas Brebes sehingga patut mendapat dukungan dari seluruh masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mengapresiasi karya anak daerah dengan menonton, mempromosikan, serta menghargai hak cipta film lokal agar ekosistem industri kreatif di Kabupaten Brebes semakin berkembang.

Pada kesempatan tersebut, Fajar secara resmi membuka rangkaian Brebes Night Creative dan Ider Film sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memperluas ruang ekspresi bagi pelaku seni dan komunitas kreatif sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.

Selain pemutaran film, kegiatan turut dimeriahkan berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti tari, teater, musik, hingga penampilan peserta didik tingkat TK, SD, SMP, dan sanggar seni. Seluruh penampilan mendapat apresiasi dari masyarakat yang memadati lokasi acara hingga kegiatan berakhir.

Film Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela pun memperoleh sambutan hangat dari penonton. Film-film tersebut menyajikan kisah yang dekat dengan kehidupan warga, mengangkat legenda daerah, serta memuat nilai-nilai budaya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran karya-karya tersebut menjadi bukti kemampuan sineas muda Brebes dalam menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif dan mampu memperkuat kebanggaan terhadap identitas daerah.

Melalui Brebes Night Creative dan Ider Film, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap ekosistem perfilman dan industri kreatif lokal terus berkembang. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, sineas muda, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya kreatif yang mendukung pelestarian budaya, meningkatkan daya tarik pariwisata, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Brebes.

Share This Article