Ad image

Kapolri dan Mentan Panen Raya Jagung di Bekasi, Dorong Percepatan Swasembada Pangan

3 Min Read
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya jagung di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).

BEKASI, – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaksanakan panen raya jagung di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, , Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).

Lokasi tersebut dipilih oleh Kepolisian Republik Indonesia sebagai titik pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, yang digelar secara di berbagai daerah.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Polri terus mendorong percepatan swasembada jagung melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian di seluruh Indonesia.

“Selama satu tahun terakhir, Polri memaksimalkan peran dalam mendukung swasembada jagung. Dari sekitar 1,3 juta hektare lahan yang kami identifikasi, sebanyak 586 ribu hektare telah ditanami sepanjang tahun 2025,” ujar Kapolri.

Ia menjelaskan, kontribusi Polri dalam program swasembada jagung nasional telah mencapai sekitar 3,4 hingga 3,5 juta ton produksi jagung, dan ditargetkan terus meningkat pada tahun 2026.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dukungan lintas sektor menjadi faktor kunci percepatan nasional. Menurutnya, target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, kini dapat direalisasikan hanya dalam waktu sekitar satu tahun.

“Peningkatan produksi jagung ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani, pengurangan angka kemiskinan, serta penurunan tingkat pengangguran,” kata Mentan.

Amran menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga negara terbukti mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk di wilayah yang selama ini dikenal sebagai kawasan industri seperti Kabupaten Bekasi.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto. Ia menyebut capaian produksi jagung nasional tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, dengan tingkat konsumsi sebesar 15,60 juta ton.

“Dengan produksi tersebut, Indonesia mengalami surplus hampir setengah juta ton. Sekitar 20 persen atau sekitar 3,5 juta ton di antaranya berasal dari kontribusi Kepolisian Republik Indonesia,” ujar Titiek.

Ia berharap capaian swasembada jagung dapat dipertahankan dan ditingkatkan, serta diperluas ke komoditas strategis lainnya seperti kedelai, gula, garam, dan bawang putih.

Panen raya jagung serentak ini merupakan bagian dari panen nasional di lahan seluas 47.830 hektare, dengan estimasi produksi mencapai 743.522 ton jagung di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa Kabupaten Bekasi tetap berkontribusi dalam panen raya jagung nasional meskipun dikenal sebagai kawasan industri.

“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Bekasi melaksanakan panen raya jagung di lahan seluas 25 hektare dengan hasil sekitar 150 ton. Produktivitasnya mencapai 6 hingga 10 ton per hektare,” jelas Asep.

Ia menambahkan, lahan jagung di Kampung Tembong Gunung akan dikembangkan hingga 50 hektare sebagai langkah berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional. (*)

Share This Article