Jelang Ramadan 2026, Pemprov Jateng Pastikan Harga Pangan Tetap Aman Meski Dihantam Cuaca Ekstrem

2 Min Read
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno saat menjadi narasumber program Mutiara Ramadan TVRI Jawa Tengah di Studio I TVRI Jateng, Kabupaten Demak, Selasa (20/1/2026).

DEMAK, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi memastikan pengendalian harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga menjelang bulan suci Ramadan 2026/1447 Hijriah, meskipun sejumlah wilayah menghadapi tantangan yang berdampak pada sektor pertanian.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, pengendalian inflasi menjadi perhatian serius pemerintah provinsi dan terus dipantau secara rutin, tidak hanya menjelang momentum keagamaan, tetapi sepanjang tahun. Hal itu disampaikannya usai mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebagai narasumber dalam acara Mutiara Ramadan TVRI Jawa Tengah di Studio I TVRI Jateng, Kabupaten Demak, Selasa (20/1/2026).

“Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” kata Sumarno.

Ia menjelaskan, Ramadan memiliki karakteristik tersendiri karena meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat selama satu bulan penuh. Oleh karena itu, koordinasi lintas daerah serta pemantauan harga di pasar-pasar tradisional dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi potensi lonjakan .

“Pemantauan harga kami lakukan setiap hari. Kalau ada gejolak, segera kami tindaklanjuti. Kenaikan harga mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tetapi harus tetap terkendali,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan terkini, harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah masih berada dalam kondisi stabil. Pemerintah provinsi juga memastikan ketersediaan stok pangan aman dengan menggandeng Perum Bulog guna menjaga pasokan, khususnya selama Ramadan.

“Untuk sekarang harga masih terkendali dengan baik. Ketersediaan juga kami jaga bersama Bulog, antisipasi kecukupan selama Ramadan sudah kami siapkan,” jelasnya.

Terkait dampak cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah seperti Pati, Jepara, dan Kudus, Sumarno menyatakan pengaruhnya terhadap ketersediaan pangan secara keseluruhan masih relatif terbatas. Pemerintah daerah telah melakukan pendataan lahan terdampak puso serta menyiapkan langkah perlindungan bagi petani, termasuk melalui skema asuransi pertanian.

“Kami sudah mengidentifikasi dampak bencana dan menyiapkan asuransi untuk petani. Dampaknya terhadap stok pangan belum besar karena hanya terjadi di beberapa lokasi,” pungkasnya. (*)

Share This Article