MALANG, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kota Malang terus memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok strategis menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah. Pemantauan dilakukan terhadap sejumlah komoditas utama seperti cabai, telur, dan daging guna memastikan pasokan tetap aman serta harga terkendali.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menjelaskan produksi cabai di wilayah Kota Malang sangat dipengaruhi siklus masa tanam dan panen di setiap lahan. Saat ini luas lahan cabai di Kota Malang mencapai sekitar 65 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah.
Menurutnya, setiap lahan memiliki fase produksi berbeda sehingga hasil panen tidak dapat dihitung secara serentak. Pada lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi dengan sekitar 4.500 pohon cabai, panen pada masa puncak atau sekitar panen ke-12 hingga ke-14 dapat mencapai tiga kuintal dalam sekali panen. Sementara pada panen awal hasilnya berkisar 80 kilogram.
Dalam satu siklus tanam penuh dari panen pertama hingga panen ke-30, potensi produksi diperkirakan dapat mencapai 3.000 hingga 4.000 ton. Meski demikian, produksi cabai dari dalam kota belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga pasokan dari luar daerah masih diperlukan.
Slamet menjelaskan pergerakan harga cabai sangat dipengaruhi mekanisme pasar. Ketika harga cabai di Kota Malang meningkat dan dinilai menguntungkan, pasokan dari luar daerah biasanya masuk. Sebaliknya, ketika pasokan melimpah, harga cenderung turun.
Untuk komoditas telur, harga telur ayam kampung di pasar saat ini berkisar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam ras sekitar Rp29 ribu per kilogram. Produksi telur di Kota Malang berasal dari peternakan di wilayah Wonokoyo yang memiliki sekitar sembilan kandang dengan kapasitas masing-masing antara 2.500 hingga 9.000 ekor ayam.
Namun demikian, produksi telur dalam kota juga belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga tetap ditopang oleh pasokan dari luar daerah. Sementara itu, harga daging sapi terpantau relatif stabil di kisaran Rp122 ribu per kilogram.
Pemotongan sapi dilakukan di Rumah Potong Hewan Kota Malang oleh sekitar 25 jagal dengan jumlah pemotongan rata-rata 30 hingga 40 ekor sapi per hari, tergantung ukuran hewan yang dipotong.
Slamet menambahkan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan biasanya meningkat pada momen tertentu seperti Ramadan serta saat aktivitas mahasiswa kembali normal. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan ketersediaan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Pemkot Malang berharap langkah pemantauan rutin tersebut dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan ketersediaan komoditas penting tetap aman menjelang perayaan hari besar keagamaan.


