Jelang Lebaran, Mendag Budi Santoso dan Gubernur Luthfi Sidak Pasar Baru Kudus

4 Min Read
Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok saat sidak di Pasar Baru Kudus, Kamis (12/3/2026).

KUDUS, ReaksiNasional.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Gubernur Ahmad Luthfi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Baru Kudus, Kamis (12/3/2026), untuk memantau harga serta ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Pemerintah memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan pasokan pangan dalam kondisi aman.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyusuri lorong-lorong pasar dan berdialog langsung dengan para pedagang. Mendag dan Gubernur menanyakan harga sejumlah komoditas utama seperti daging sapi, ayam, beras, minyak goreng, hingga telur.

Kunjungan itu juga didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Saat berdialog dengan pedagang daging, Menteri Perdagangan menanyakan perkembangan harga yang berlaku di pasar.

“Harga dagingnya berapa, Bu?” tanya Budi kepada salah satu pedagang.

Rina, pedagang daging di Pasar Baru Kudus, mengatakan harga daging sapi dan kerbau saat ini masih berada di kisaran Rp140.000 per kilogram. Namun, ia mengaku pasokan daging sapi mulai terasa lebih terbatas.

“Alhamdulillah masih standar Rp140 ribu untuk daging kerbau dan sapi. Tapi saat ini sapi agak susah,” ujarnya.

Menurutnya, harga daging mulai mengalami kenaikan sejak awal tahun. Meski demikian, pedagang berharap pasokan tetap terjaga menjelang Lebaran agar tidak semakin memengaruhi daya beli masyarakat.

“Sebenarnya berpengaruh ke pembeli, tapi ya dijelaskan kalau sudah mahal dari sananya. Harapan kami yang penting stoknya aman,” katanya.

Di lapak sayuran, pedagang menyebut harga cabai rawit merah saat ini berkisar Rp30.000 per kilogram, sementara cabai rawit setan sekitar Rp40.000 per kilogram. Harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tercantum dalam papan informasi stabilisasi harga di pasar, yaitu antara Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram untuk cabai rawit merah.

Beberapa komoditas lain juga tercantum dalam daftar harga acuan pemerintah, antara lain beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, beras SPHP Rp12.500 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta telur ayam ras Rp30.000 per kilogram.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemantauan pasar dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta kecukupan pasokan bahan pokok menjelang Lebaran.

“Pemantauan ini kami lakukan terutama menjelang Lebaran untuk memastikan harga tetap terkendali dan pasokan mencukupi, sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan tenang,” ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah memantau perkembangan harga bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang mencakup ratusan pasar di seluruh Indonesia.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau pergerakan harga di sekitar 550 titik pasar yang tersebar di lebih dari 500 kabupaten dan kota di Indonesia.

“Melalui aplikasi itu kita bisa melihat perkembangan harga setiap hari. Ketika ada kenaikan harga, ada levelnya dan kita bisa langsung menentukan langkah intervensi,” jelasnya.

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa pengecekan langsung ke pasar tetap diperlukan untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan barang secara nyata di lapangan.

“Kita tetap turun langsung ke pasar supaya tahu kondisi sebenarnya, baik ketersediaan barang maupun perkembangan harganya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Ia menegaskan pemerintah daerah siap melakukan langkah intervensi apabila terjadi lonjakan harga komoditas tertentu di pasaran.

“Kita pakai JTAB, BI, termasuk Bulog untuk melakukan operasi pasar dan intervensi apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan,” ujar Luthfi.

Share This Article