Jelang Lebaran, Gubernur Luthfi Pastikan Harga Bapokting di Sragen Stabil dan Stok Aman

3 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau harga bahan pokok dan berdialog dengan pedagang di Pasar Bunder Sragen menjelang Idulfitri.

SRAGEN, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting tetap terjaga menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung melakukan inspeksi ke Pasar Bunder, Kabupaten Sragen, Rabu (18/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Peninjauan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi di tengah meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Suasana pasar tampak ramai oleh aktivitas warga yang mulai berbelanja kebutuhan pokok. Gubernur juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli untuk memastikan harga komoditas serta ketersediaan pasokan di tingkat pasar tetap aman.

“Pemprov memiliki aplikasi Siaga untuk memantau harga, namun pengecekan langsung di lapangan tetap diperlukan, terutama mendekati Lebaran, untuk memastikan tidak ada gejolak harga,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, terdapat dua indikator utama dalam menjaga stabilitas pangan, yakni ketersediaan dan keterjangkauan harga. Menurutnya, kedua indikator tersebut saat ini masih terpenuhi.

“Kalau ada kenaikan harga, masih dalam batas wajar karena permintaan meningkat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, harga cabai rawit yang sebelumnya sempat mendekati Rp100.000 per kilogram kini turun ke kisaran Rp70.000. Sementara harga daging sapi berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, tergantung kualitas, dan masih dalam batas normal.

Hasil pemantauan juga menunjukkan harga beras tetap stabil dan berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun komoditas hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan bertahap akibat fluktuasi pasokan serta tingginya permintaan selama Ramadan.

Meski demikian, secara umum kondisi harga dinilai terkendali dan tidak ditemukan lonjakan signifikan. Pasokan bahan pokok pun dipastikan dalam kondisi aman.

Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah akan segera melakukan intervensi apabila terjadi kenaikan harga di pasar tertentu melalui perangkat daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan.

“Begitu ada kenaikan, langsung kita intervensi agar tidak terjadi lonjakan harga,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Julie Emmy menambahkan, secara rata-rata harga komoditas penyumbang inflasi saat ini relatif stabil, termasuk cabai rawit merah yang mengalami penurunan harga.

Ia juga memastikan ketersediaan beras, baik premium maupun medium, dalam kondisi aman, serta pasokan minyak goreng Minyakita terus disuplai oleh Bulog ke pasar-pasar.

Pengendalian harga, lanjutnya, dilakukan melalui pemantauan aplikasi, pengecekan langsung di lapangan, serta intervensi pasar oleh PT Jateng Agro Berdikari melalui program Kendil dan Gerakan Pangan Murah.

Direktur PT Jateng Agro Berdikari Totok Siswanto menambahkan, monitoring harga dilakukan setiap hari di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Jika terjadi kenaikan signifikan, kami langsung lakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan akan terus memperkuat pemantauan harga, distribusi, dan intervensi pasar guna menjaga stabilitas serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga Lebaran.

Share This Article