Jelang Lebaran 2026, Harga Cabai di Bandung Masih Tinggi, Bahan Pokok Lain Stabil

3 Min Read
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Kosambi untuk memastikan stabilitas harga menjelang Lebaran 2026.

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kota Bandung memastikan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat relatif stabil menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, meskipun harga cabai masih tergolong tinggi di pasaran.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut usai melakukan peninjauan di Pasar Kosambi dan Yogya Sunda yang mewakili pasar tradisional dan ritel modern di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026).

“Secara umum harga stabil karena suplai juga stabil. Permintaan memang meningkat menjelang Lebaran, tapi masih bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Farhan.

Ia mengungkapkan, di tengah peningkatan kebutuhan masyarakat, permintaan terhadap produk oleh-oleh seperti makanan ringan mengalami lonjakan. Bahkan, sejumlah pelaku usaha telah mulai mendistribusikan produknya ke luar kota.

Meski begitu, Farhan tetap mengingatkan adanya potensi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas strategis seperti cabai, telur ayam, dan daging sapi. Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai domba tercatat paling tinggi, mencapai sekitar Rp100.000 per kilogram.

“Cabai domba memang paling tinggi, sekitar Rp100.000 per kilogram. Tapi untuk daging sapi, minyak, dan beras masih sesuai HET. Ayam normal, bahkan harga telur turun dari Rp32 ribu menjadi sekitar Rp30–31 ribu per kilogram,” jelasnya.

Dari sisi distribusi, pasokan bahan pokok dinilai berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak, termasuk distributor dan Perum Bulog. Hal tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di tengah tingginya permintaan.

Selain itu, Pemkot Bandung juga memastikan keamanan pangan tetap terjaga. Produk perikanan yang dipasok dari berbagai daerah seperti Indramayu hingga Jawa Timur dinilai masih dalam kondisi baik.

“Kota Bandung ini bukan daerah produsen, jadi sangat bergantung pada suplai. Selama pasokan lancar, harga akan tetap stabil. Itu yang terus kita jaga,” katanya.

Farhan menambahkan, daya beli masyarakat menjelang Lebaran tidak mengalami penurunan signifikan. Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) turut berperan dalam menjaga perputaran ekonomi.

“Daya beli stabil, permintaan tinggi, suplai juga cukup. Artinya keseimbangan ekonomi kita terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Bandung juga menyiapkan sejumlah agenda menyambut Lebaran, di antaranya pelaksanaan Salat Id di Plaza Balai Kota yang akan dilanjutkan dengan kegiatan silaturahmi bersama masyarakat.

Untuk malam takbiran, Farhan menyatakan akan melakukan pemantauan pada dua malam berturut-turut guna memastikan kebersihan lingkungan rumah ibadah serta penguatan sistem keamanan lingkungan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk merayakan takbiran secara tertib dan kondusif.

“Takbir keliling boleh, tapi harus tertib. Yang tidak boleh itu pawai geng motor. Kita ingin suasana tetap aman dan nyaman,” imbaunya.

Share This Article