Jelang Kemarau, Petani Garam Kedungkarang Siapkan Lahan Produksi

3 Min Read
Petani garam di Desa Kedungkarang, Kecamatan Wedung, Demak, memperbaiki lahan dan sarana produksi menjelang musim kemarau 2026.

, ReaksiNasional.com – Menjelang musim kemarau 2026, para petani garam di Desa Kedungkarang, Kecamatan Wedung, mulai mempersiapkan lahan produksi guna mendukung hasil panen yang optimal. Sejumlah sarana penunjang seperti saluran irigasi, tanggul, hingga geomembran diperbaiki sebagai bagian dari tahap awal produksi.

Kepala Desa Kedungkarang, Muhdi, menyampaikan bahwa saat ini para petani tengah fokus pada proses pengeringan lahan tambak garam. Produksi diperkirakan akan mulai berjalan pada Juni hingga Juli seiring masuknya musim kemarau.

“Saat ini para petani garam sedang dalam proses persiapan seperti pengeringan lahan, biasanya akan dimulai nanti di musim kemarau di bulan Juni atau Juli,” ujarnya saat ditemui di kawasan Gedung Garam Nasional, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar warga Desa Kedungkarang menggantungkan mata pencaharian sebagai petani garam dan nelayan. Pada musim kemarau panjang, produksi garam dapat meningkat signifikan, bahkan satu hektare lahan mampu menghasilkan lebih dari 70 ton garam.

Muhdi menuturkan bahwa pola penjualan hasil panen dilakukan secara bertahap. Pada panen awal, petani cenderung langsung menjual hasilnya, sementara pada periode berikutnya, khususnya sekitar Agustus, sebagian hasil produksi disimpan di gudang pribadi maupun di Gedung Garam Nasional (GGN).

Keberadaan GGN dinilai menjadi solusi dalam menjaga stabilitas harga garam. Fasilitas penyimpanan yang dibangun pemerintah melalui Dinas Kelautan tersebut memiliki kapasitas hingga puluhan ribu ton dan dimanfaatkan petani untuk menyimpan hasil produksi melalui sistem koperasi.

“Melalui sistem koperasi, petani bisa menyimpan garam di GGN. Minimal setiap petani menaruh modal sekitar 25 karung. Nantinya, saat harga garam naik, baru dijual,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, petani memiliki fleksibilitas untuk memilih antara menjual hasil panen secara langsung atau menyimpannya sebagai bentuk investasi. Distribusi garam dari Kedungkarang sendiri telah menjangkau berbagai daerah, seperti Solo, Jakarta, hingga Sumatra, dengan volume pengiriman mencapai 7 hingga 10 kontainer selama musim kemarau.

Saat ini, harga garam di tingkat petani berkisar Rp150 ribu per kuintal dan diperkirakan akan meningkat pada November hingga Desember hingga mencapai sekitar Rp250 ribu per kuintal. Muhdi menambahkan, kualitas garam Kedungkarang tergolong tinggi dan menjadi salah satu yang terbaik di Kabupaten Demak.

Ke depan, garam mentah yang disimpan di Gedung Garam Nasional akan diolah lebih lanjut menjadi garam beryodium, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran.

Share This Article