Jelang Kemarau 2026, BPBD Kendal Waspadai Kekeringan dan Karhutla

3 Min Read
Petugas BPBD Kendal menyiapkan armada truk tangki air bersih untuk antisipasi kekeringan menjelang musim kemarau di wilayah Kabupaten Kendal, Kamis (23/4/2026).

, ReaksiNasional.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026 yang diprediksi mulai berlangsung pada Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyampaikan bahwa wilayah rawan kekeringan umumnya berada di daerah atas, seperti Kecamatan Patean dan sekitarnya, serta Kecamatan Ringinarum. Sementara itu, wilayah pesisir utara atau pantura relatif masih aman dari ancaman kekeringan.

“Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, kekeringan rata-rata terjadi di Kendal bagian atas. Untuk wilayah kota relatif aman,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, potensi kekeringan tahun ini diperkirakan lebih parah akibat fenomena El Nino yang dikenal dengan sebutan “El Nino Godzilla”, yakni kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur dengan skala lebih besar dibandingkan El Nino biasa. Dampak dari fenomena tersebut berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang, panas, dan kering.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing sekitar 5.000 liter. Selain itu, tiga armada truk tangki berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter juga disiagakan untuk mendukung distribusi air ke wilayah terdampak.

“Saat terjadi kekeringan, armada ini siap memasok kebutuhan air warga,” tambahnya.

Iwan juga menyebut saat ini wilayah Kendal masih berada dalam fase pancaroba atau peralihan musim, dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, yakni panas terik pada siang hari dan hujan pada sore atau malam hari. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga akhir April sebelum memasuki musim kemarau.

Ia mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan cadangan air, seperti menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari saat musim kemarau tiba.

Sementara itu, Sekretaris BMKG Guswanto dalam rapat daring bersama jajaran kepolisian di Polres Kendal mengingatkan bahwa fenomena El Nino juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, suhu yang lebih panas dan kondisi kering dapat memicu karhutla, terutama di wilayah yang rentan.

“Fenomena ini pernah terjadi pada 2015 dan berdampak cukup luas, tidak hanya pada lingkungan tetapi juga sektor ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga beras,” ungkapnya.

Kabag SDM Polres Kendal, Kompol Ryke Rhimadhila, menyatakan pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi tersebut.

Hal senada disampaikan Administratur KPH Perhutani Kendal, Muhadi, yang menyebut pihaknya rutin melakukan patroli bersama aparat kepolisian untuk memantau titik rawan kebakaran hutan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak musim kemarau serta potensi karhutla di wilayah Kendal.

Share This Article