Jateng-Aceh Sepakati Kerja Sama Rp1,06 Triliun, Dorong Investasi hingga Pariwisata

3 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf menandatangani kerja sama strategis lintas sektor di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/4/2026).

ACEH, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Aceh resmi menjalin kerja sama strategis lintas sektor senilai Rp1,06 triliun yang mencakup bidang perdagangan, investasi, ketenagakerjaan, hingga pariwisata.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/4/2026). Kerja sama ini berlaku selama satu tahun dan akan segera ditindaklanjuti melalui berbagai program di kedua wilayah.

Kerja sama mencakup kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dengan nilai Rp138,56 miliar, melibatkan sejumlah dinas seperti ketahanan pangan, penanaman modal, perindustrian dan perdagangan, tenaga kerja dan transmigrasi, serta kebudayaan dan pariwisata.

Selain itu, sinergi juga dibangun antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan nilai mencapai Rp696,2 miliar. Sejumlah entitas yang terlibat di antaranya PT Jateng Agro Berdikari, PT Jateng Petro Energi, PT Pembangunan Aceh, Bank Jateng, dan Bank Syariah Aceh.

Kolaborasi juga merambah sektor dunia usaha melalui kemitraan antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dari kedua provinsi dengan nilai Rp230 miliar. Di tingkat daerah, kerja sama juga terjalin antara Kabupaten Klaten dan Gayo Lues di sektor pariwisata, budaya, serta industri dengan nilai Rp1 miliar.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi konsep collaborative government yang bertujuan memperkuat daya saing daerah melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kerja sama ini berbasis business to business, mulai dari OPD, BUMD, hingga Kadin dan Hipmi. Nilai Rp1,06 triliun ini adalah potensi awal yang akan terus kita kembangkan bersama di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, skema kerja sama tersebut mengedepankan prinsip saling menguntungkan, sehingga diharapkan mampu mendorong kemandirian fiskal serta membuka peluang ekonomi baru bagi kedua daerah.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai Jawa Tengah sebagai mitra strategis dengan pengalaman tata kelola pemerintahan yang kuat serta potensi sumber daya yang besar.

“Kerja sama ini kami harapkan menjadi motivasi dan dorongan besar untuk pembangunan Aceh, khususnya di sektor perdagangan dan penguatan aparatur. Nanti kita lebih sering berkomunikasi,” katanya.

Kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antardaerah, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di tingkat .

Share This Article