Jalan Rusak Menahun di Sragen Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 38,2 Miliar

5 Min Read
Kepala DPUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas meninjau kondisi Jalan Sukowati dan ruas Galeh-Ngrampal di Kabupaten Sragen, Kamis (18/6/2026), sebagai bagian dari percepatan perbaikan jalan provinsi yang rusak parah.

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan jalan provinsi yang rusak parah di Kabupaten Sragen dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 38,2 miliar. Perbaikan difokuskan pada ruas Jalan Sukowati dan Galeh-Ngrampal yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, dengan pekerjaan fisik ditargetkan mulai Agustus 2026 dan rampung tahun ini.

Kepastian tersebut mengemuka saat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas meninjau langsung kondisi Jalan Sukowati dan ruas Galeh-Ngrampal, Kamis (18/6/2026).

Dalam peninjauan itu, Henggar mengatakan sejumlah titik di Jalan Sukowati mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran untuk memperbaiki ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi tersebut.

“Setelah kita cek langsung, memang ada beberapa bagian yang kondisinya luar biasa parah. Ini nanti akan kita selesaikan,” ujar Henggar.

Untuk penanganan Jalan Sukowati, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran sekitar Rp 16,5 miliar melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Perbaikan akan dilakukan pada ruas sepanjang 1 kilometer dengan metode konstruksi yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan, mulai dari perkerasan beton hingga pelapisan aspal.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengalokasikan Rp 14,4 miliar melalui Perkada untuk perbaikan ruas Galeh-Ngrampal sepanjang 1 kilometer. Penanganan ruas tersebut diperkuat dengan tambahan anggaran APBD murni sebesar Rp 7,3 miliar untuk perbaikan sepanjang 700 meter.

Secara keseluruhan, total anggaran yang dikucurkan untuk dua ruas jalan provinsi di Sragen mencapai sekitar Rp 38,2 miliar dengan total panjang penanganan kurang lebih 2,7 kilometer.

Henggar menjelaskan, pekerjaan fisik ditargetkan mulai pada awal Agustus 2026. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima bulan.

“Mudah-mudahan nanti bisa terlaksana dengan baik. Di tahun 2027 mudah-mudahan nanti teralokasi lagi sehingga penanganan bisa lebih cepat rampung,” katanya.

Ruas Galeh-Ngrampal memiliki panjang total 20,65 kilometer. Dari panjang tersebut, sekitar 7 kilometer masih dalam kondisi rusak dan membutuhkan penanganan secara bertahap.

Sebelumnya, pada 2025, Pemprov Jateng telah melakukan preservasi pada ruas Galeh-Ngrampal sepanjang 1.613 meter dengan nilai kontrak Rp 11,99 miliar. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan perkerasan beton, pelebaran jalan, overlay aspal, hingga pembangunan bangunan pelengkap jalan.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi perhatian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya. Menurutnya, kerusakan jalan provinsi yang cukup parah salah satunya berada di Jalan Sukowati.

Sigit menjelaskan, ruas Jalan Sukowati terbagi menjadi dua kewenangan. Segmen dari Alun-alun Sragen ke arah barat merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sragen, sedangkan ruas dari alun-alun ke arah timur hingga Terminal Pilangsari menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Yang rusaknya sangat serius dan parah itu wilayah kewenangan provinsi. Alhamdulillah tahun ini akan diperbaiki. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas atensinya,” ujar Sigit.

Apresiasi juga disampaikan warga. Gianto, warga yang tinggal di ruas Jalan Galeh-Ngrampal, menyambut baik rencana perbaikan tersebut karena dinilai akan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Gianto mengaku lega setelah menanti perbaikan selama bertahun-tahun. Ia menyebut jalan tersebut sudah cukup lama belum tersentuh penanganan.

“Saya terima kasih sama Pak Gubernur,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa percepatan perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun anggaran 2026.

Langkah tersebut dilakukan melalui realokasi anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk mempercepat penanganan ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan di berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Sragen.

Menurut Ahmad Luthfi, kebijakan itu diambil sebagai respons atas menurunnya tingkat kemantapan jalan akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Dengan tambahan alokasi anggaran tersebut, pemerintah berharap perbaikan dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, serta memberikan dampak langsung terhadap kelancaran, keamanan, kenyamanan mobilitas, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Share This Article