Jaga Amanah, Hewan Kurban di Masjid Darul Ulum Semarang Bertambah

3 Min Read
Panitia kurban menyembelih kambing kurban di halaman Masjid Darul Ulum, Jalan Pamularsih Barat II, Kelurahan Bojongsalaman, Semarang Barat, Rabu (27/5/2026).

, ReaksiNasional.com – Jumlah hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Darul Ulum, Jalan Pamularsih Barat II RT 02 RW 09, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Iduladha 2026, Masjid Darul Ulum menyembelih 5 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang tercatat sebanyak 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Peningkatan itu disebut tidak lepas dari kepercayaan jamaah karena panitia dinilai mampu menjaga amanah para pemberi hewan kurban.

Ketua Panitia Ibadah Kurban Masjid Darul Ulum, Suyono, mengatakan kegiatan kurban telah direncanakan sejak satu bulan sebelumnya. Secara teknis, pelaksanaan kurban juga telah mengacu pada standar operasional prosedur atau SOP yang dievaluasi setiap tahun.

“Kegiatan ini sifatnya gotong royong, SOP sudah dievaluasi seperlunya tiap tahun dan yang dilaksanakan hari ini yang kita anggap terbaik dan efisien,” ujarnya di sela pembagian daging kurban, Rabu (27/5/2026).

Suyono menjelaskan, setiap satu ekor sapi merupakan hasil patungan dari tujuh orang. Pola tersebut semakin mudah dijalankan karena suasana guyub di lingkungan jamaah telah terbangun sejak lama.

“Dari tahun ke tahun terus meningkat, kemudian diwacanakan untuk patungan sapi karena daging kurban lebih banyak, pembagian biar bisa lebih menjangkau, lebih luas,” ujarnya.

Meski demikian, Suyono mengakui pada awalnya tidak mudah mencari peserta patungan sapi. Namun, seiring perbaikan tata kelola dan efisiensi pelaksanaan kurban, jamaah semakin mudah diajak bergabung dalam rombongan kurban sapi.

Terkait pembagian daging, ia menyebut kepala sapi langsung dikuliti dan dicacah sehingga hanya menyisakan kaki dan tulang. Seluruh penerima mendapatkan bagian dalam bentuk daging, sementara kaki, kulit, dan tulang dikelola berdasarkan kesepakatan jamaah.

“Semua menerima dalam bentuk daging, sedang kaki, kulit, dan tulang disepakati siapa dari jamaah yang memasak,” ungkapnya.

Ketua Takmir Masjid Darul Ulum, Mirza Zuda Nur Fajri, menambahkan warga RW 09 sudah terbiasa dengan pola gotong royong, baik dalam kegiatan jamaah masjid maupun kegiatan kemasyarakatan. Menurutnya, jamaah Masjid Darul Ulum juga meluas hingga wilayah Puspanjolo Selatan atau Mbapi.

“Karena sudah terbiasa dengan gotong royong. Jadi kalau sudah ada SOP tinggal menata person-person dalam kepanitiaan,” ucapnya.

Mirza menilai menjaga amanah dalam setiap kegiatan masjid menjadi faktor penting meningkatnya perolehan hewan kurban, terutama di tengah kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok yang naik.

“Yang patut kita syukuri adalah bertambahnya warga yang ikut ke Masjid Darul Ulum, baik dalam kegiatan kurban, pengajian maupun jamaah salat,” imbuhnya.

Ia berharap para remaja masjid dapat meneruskan estafet kepemimpinan pada masa mendatang. Menurutnya, kaderisasi dari remaja masjid ke takmir masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus diperkuat.

“Nah, yang masih jadi pekerjaan rumah kita itu bagaimana pola kaderisasi dari remaja masjid ke takmir,” pungkasnya.

Share This Article