Investor India Bidik Investasi Pertanian dan Energi Surya di Jawa Tengah

4 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima Chairman J.K. Enterprises, Anant Singhania, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, untuk membahas rencana ekspansi investasi di sektor pertanian dan energi surya.

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Perusahaan asal India, J.K. Enterprises, menjajaki ekspansi investasi di dengan membidik sektor produk pertanian dan energi surya. Perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 50 tahun itu menilai Jawa Tengah memiliki potensi pasar yang besar serta iklim investasi yang kondusif untuk pengembangan usaha baru.

Rencana investasi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Chairman J.K. Enterprises, Anant Singhania, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (25/6/2026).

Anant Singhania menjelaskan, selama ini J.K. Enterprises bergerak di bidang cutting tools, hand tools, files, dan drills atau alat potong, perkakas tangan, kikir, serta mata bor. Saat ini perusahaan mulai mengkaji peluang diversifikasi usaha ke sektor produk pertanian yang dinilai memiliki prospek besar, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

“Kami sedang melihat peluang pada produk-produk pertanian karena permintaannya besar, baik di pasar domestik maupun ekspor. Kami juga mempelajari produk lain seperti solar pumps dan solar products,” ujar Anant.

Menurutnya, perusahaan telah membentuk entitas bisnis baru sejak tahun lalu sebagai langkah awal memasuki sektor produk pertanian. Sementara itu, pengembangan bisnis energi surya dan lini usaha lainnya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan perkembangan pasar.

Terkait nilai investasi, Anant mengatakan pihaknya belum dapat menentukan besaran dana yang akan dikucurkan. Menurutnya, investasi akan dimulai dalam skala kecil sebelum dikembangkan secara bertahap sesuai dengan respons pasar.

“Nilainya belum bisa ditentukan. Bisa beberapa juta dolar AS, bisa juga mencapai seratus juta dolar AS. Yang jelas, kami akan memulai dari skala kecil terlebih dahulu dan mengembangkannya secara bertahap sesuai perkembangan bisnis,” ungkapnya.

Selain membahas rencana investasi, Anant juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi perusahaan, di antaranya sinkronisasi regulasi perizinan impor dengan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) serta akses pembiayaan dari perbankan karena status lahan perusahaan masih berupa sewa jangka panjang.

Meski demikian, ia mengapresiasi respons Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dinilai cepat dan proaktif dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi investor.

“Mereka sangat proaktif memberikan arahan dan pendampingan. Kami benar-benar merasakan dukungan dari Gubernur,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memberikan kepastian dan kemudahan berusaha bagi seluruh investor. Pemerintah daerah, kata dia, siap memfasilitasi penyelesaian berbagai kendala melalui koordinasi dengan kementerian terkait maupun pendampingan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Kami ingin memastikan seluruh investor mendapatkan kepastian dan kemudahan berusaha. Setiap kendala akan kami fasilitasi agar proses investasi dapat berjalan optimal,” kata Luthfi.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap berbagai kendala teknis, termasuk persoalan pada sistem Online Single Submission (OSS) dan penyesuaian KBLI 2025.

Menurut Sakina, perubahan sistem di kementerian dalam beberapa kasus menyebabkan data KBLI tertentu tidak muncul. Karena itu, pelaku usaha yang mengalami kendala dipersilakan berkonsultasi dengan DPMPTSP Jawa Tengah agar dapat difasilitasi hingga ke kementerian terkait.

“Ketika ada KBLI 2025 yang hilang saat sistem kementerian di-rollback, pelaku usaha bisa datang ke kami untuk kami lakukan pendampingan. Kami juga akan kontak ke kementerian,” ujar Sakina.

Share This Article