Investasi Jateng 2025 Lampaui Target, Industri Padat Modal Mulai Kejar Dominasi Alas Kaki

3 Min Read

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Kinerja penanaman modal di sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian impresif dengan realisasi investasi mencapai Rp88,50 triliun atau 112,98 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp78,33 triliun. Di tengah dominasi yang selama ini dikenal sebagai sektor padat karya, mulai menunjukkan peningkatan signifikan dan mengejar kontribusi nilai investasi di provinsi tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyampaikan bahwa Jawa Tengah selama ini identik dengan ekosistem industri alas kaki. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, sektor-sektor dengan karakter padat modal dan nilai investasi besar mulai menjadikan Jawa Tengah sebagai lokasi ekspansi.

Menurut Sakina, realisasi investasi yang signifikan tercatat berasal dari sektor fiber optik, alat kesehatan, industri karet dan plastik, hingga industri baterai. Salah satu contohnya adalah pembangunan pabrik anoda baterai di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun. Selain itu, terdapat investasi industri ban di kawasan Jatengland, Kabupaten Demak, senilai Rp1,08 triliun.

Menanggapi tren tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor. Pemerintah daerah memastikan pelayanan perizinan dan fasilitasi investasi berjalan optimal, baik bagi sektor padat modal yang mendongkrak nilai investasi maupun sektor padat karya yang berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran.

Sakina menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah menginginkan keseimbangan antara kedua sektor tersebut. Sejumlah kawasan industri memang mulai dilirik oleh industri padat modal, namun sektor padat karya tetap menjadi perhatian utama mengingat kuatnya ekosistem industri alas kaki di Jawa Tengah yang telah berkembang selama bertahun-tahun.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa realisasi investasi Jawa Tengah pada 2025 terdiri atas penanaman modal dalam negeri sebesar Rp37,64 triliun dan penanaman modal asing sebesar Rp50,86 triliun. Dari capaian tersebut tercatat sebanyak 105.078 proyek investasi dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 418.138 orang.

Lima sektor terbesar penyumbang realisasi investasi meliputi industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar Rp11,37 triliun, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam sebesar Rp9,70 triliun, industri karet dan plastik sebesar Rp8,96 triliun, industri tekstil sebesar Rp7,97 triliun, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp7,47 triliun.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Kendal menjadi lokasi favorit penanaman modal dengan realisasi investasi Rp15,86 triliun, disusul Kota Semarang sebesar Rp11,15 triliun, Kabupaten Demak Rp9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp6,73 triliun, dan Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.

Sementara itu, investor asal Hong Kong masih menempati posisi teratas sebagai penanam modal di Jawa Tengah, diikuti oleh Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Samoa Barat.

Share This Article