SITUBONDO, ReaksiNasional.com – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo memperkenalkan inovasi kompor Oli Bekas Bermanfaat (OBB) sebagai solusi alternatif energi di tengah lonjakan harga dan kelangkaan gas LPG yang sempat terjadi selama bulan Ramadan.
Peluncuran inovasi tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum Halal Bihalal yang digelar Diskoperindag, sebagai langkah responsif pemerintah daerah dalam menjawab keresahan masyarakat akibat fenomena panic buying LPG bersubsidi.
Kepala Diskoperindag Situbondo Prio Andoko menyampaikan bahwa kompor OBB dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG, sekaligus menyediakan pilihan bahan bakar yang lebih terjangkau dan mudah diperoleh.
“Kompor OBB ini adalah jawaban kami atas fenomena panic buying gas LPG. Kami ingin memberikan opsi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar tidak lagi terpaku pada satu jenis bahan bakar saja,” ujarnya.
Dari sisi efisiensi, kompor OBB dinilai cukup efektif untuk berbagai kebutuhan, terutama bagi pelaku usaha mikro. Dalam pemaparannya, satu gelas kecil oli bekas mampu menghasilkan nyala api hingga 20 menit, sementara satu liter oli bekas dapat digunakan hingga sekitar dua jam secara kontinu.
Dengan keunggulan tersebut, kompor ini dinilai cocok digunakan oleh pelaku UMKM, pedagang makanan, hingga kegiatan berskala besar seperti hajatan yang membutuhkan sumber panas dalam durasi panjang dengan biaya operasional yang lebih hemat.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Diskoperindag juga merancang pembangunan pos-pos penampungan oli bekas di sejumlah titik strategis di Kabupaten Situbondo. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan bakar sekaligus menciptakan sistem distribusi yang lebih terorganisir.
Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengapresiasi inovasi tersebut dan menilai kompor OBB memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat mengurangi beban biaya energi, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro.
“Semoga kompor OBB ini ke depannya menjadi solusi nyata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Situbondo,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi kreatif dan aplikatif untuk menjawab tantangan kebutuhan energi, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna.


