KEDIRI, ReaksiNasional.com – Tiga bocah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini harus menjalani hidup dalam keterbatasan setelah ditinggal sang ibu untuk selamanya dan ayah mereka tak diketahui keberadaannya. Ketiganya kini diasuh sang nenek, Sholikah, yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari dari usaha kecil penggilingan bumbu.
Ketiga cucu yang diasuh Sholikah itu yakni Arvino (7), siswa kelas 1 sekolah dasar, serta adik kembarnya Arcelio dan Arsenio yang baru berusia 2 tahun 4 bulan.
Sholikah menceritakan, ibu ketiga anak tersebut meninggal dunia pada Mei lalu karena sakit. Sementara ayah mereka disebut pergi meninggalkan tanggung jawab dan tidak pernah memberi kepastian mengenai nasib anak-anaknya.
“Ke sini datang pas istrinya tidak ada (meninggal) tapi tidak ngomong ke saya sama sekali anaknya bagaimana,” ungkapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup cucunya, Sholikah mengandalkan usaha penggilingan bumbu, kopi, dan kelapa di rumahnya. Dari usaha sederhana itu, ia biasanya memperoleh penghasilan sekitar Rp20 ribu per hari ketika sedang ramai pelanggan.
Selain itu, ia terkadang menerima pesanan membuat makanan tradisional madumongso dan sambal pecel. Dalam menjalankan usaha tersebut, Sholikah dibantu sang suami, Putut Sri Harmisworo (56).
Meski penghasilannya terbatas, pasangan lansia itu tetap berusaha tegar dan bersyukur demi merawat ketiga cucunya. Mereka juga terbantu karena menjadi penerima bantuan sosial dari pemerintah.
“Pokoknya ada saja rezeki, nggak tahu dari mana. Insya Allah saya bisa buat beli susu, pampers, kalau minta makanan saya siapin pokoknya semampu saya,” katanya.
Kondisi keluarga tersebut akhirnya sampai ke telinga Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu kemudian mengunjungi rumah Sholikah di Jalan Kembang Kuning, Dusun Kandat, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Kamis (7/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mas Dhito berbincang langsung dengan pasangan kakek-nenek yang setiap hari mengasuh ketiga cucunya. Ia berusaha memahami kondisi keluarga tersebut sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap kuat menghadapi ujian hidup.
“Apa yang ibu jalani pasti tidak mudah. Ibu harus kuat,” kata Mas Dhito kepada Sholikah yang tak kuasa menahan tangis.
Melihat kondisi rumah dan kehidupan keluarga tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri menyatakan akan memberikan bantuan, termasuk mendukung kebutuhan ketiga anak itu.
Menurut Mas Dhito, Arvino yang saat ini duduk di bangku kelas 1 SD berpeluang disekolahkan di Sekolah Rakyat (SR). Selain itu, pemerintah daerah juga akan membantu pengembangan usaha keluarga tersebut melalui bantuan peralatan dan pelatihan usaha.
Ia menilai pendampingan usaha dan pengelolaan keuangan penting dilakukan agar keluarga prasejahtera dapat meningkatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup secara lebih layak.
“Rumahnya tadi beberapa bagian ada yang masih bolong, kasihan kalau hujan angin pasti masuk ke dalam. Rumahnya akan kita perbaiki juga,” pungkasnya.


