Ad imageAd image

Husein Sastranegara Bergeliat Lagi, Penerbangan Semarang-Bandung Resmi Beroperasi untuk Perkuat Ekonomi

4 Min Read

BANDUNG, reaksinasional.com – Layanan kini resmi kembali menjadi bagian dari dinamika transportasi udara di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Pengoperasian kembali rute strategis ini menjadi penanda penting bagi bangkitnya aktivitas penerbangan komersial di bandara yang terletak di jantung Kota Kembang tersebut. Kehadiran rute ini tidak hanya sekadar menambah pilihan moda transportasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol penguatan konektivitas udara yang menghubungkan dua ibu kota provinsi besar di Pulau Jawa, yakni dan Jawa Tengah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan apresiasi tinggi atas kembali beroperasinya jalur udara yang sempat dinantikan publik ini. Menurutnya, menghidupkan kembali ekosistem penerbangan di Bandara Husein Sastranegara adalah langkah krusial dalam memberikan lebih banyak alternatif mobilitas yang efisien bagi warga. Farhan menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi yang sangat solid antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, otoritas bandara, serta pihak maskapai yang bersedia melihat potensi pasar yang besar di jalur ini.

“Kembalinya penerbangan Semarang-Bandung ini adalah hasil kolaborasi yang sangat baik dari berbagai pihak, mulai dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kawan-kawan di DPR RI, hingga jajaran PT Angkasa Pura dan Lion Group. Kehadiran kembali rute komersial di Bandara Husein Sastranegara menjadi langkah awal yang sangat positif untuk menghidupkan kembali konektivitas udara secara menyeluruh di Kota Bandung,” ujar Muhammad Farhan dalam keterangan resminya pada Sabtu (20/12/2025).

Lebih lanjut, Farhan menilai bahwa penguatan akses transportasi udara akan memberikan dampak instan dan berkelanjutan terhadap sektor pariwisata serta denyut nadi perekonomian kota. Dengan adanya layanan udara langsung, pergerakan masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan menempuh jalur darat. Ia berharap konektivitas ini tidak berhenti pada satu rute saja, melainkan dapat terus dikembangkan secara bertahap untuk mencakup lebih banyak kota tujuan di masa depan, sehingga posisi Bandung sebagai destinasi bisnis dan wisata tetap kompetitif.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Senada dengan Wali Kota, Gubernur Jawa Barat juga menyambut hangat kabar baik ini. Bagi Dedi, beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara untuk jalur komersial merupakan jawaban atas aspirasi warga Jawa Barat, khususnya mereka yang tinggal di Bandung Raya dan sekitarnya. Gubernur yang dikenal peduli pada kearifan lokal ini berharap kemudahan akses udara ini dapat memicu akselerasi pertumbuhan industri pariwisata yang sempat melambat, serta mendorong sektor perdagangan agar kembali bergairah.

“Ini merupakan kabar yang sangat membahagiakan bagi seluruh warga. Kita semua berharap, dengan aktifnya kembali penerbangan Semarang-Bandung, pasar-pasar di Bandung kembali ramai dikunjungi wisatawan, industri kreatif semakin berkembang, dan kerja sama perdagangan antarprovinsi semakin lancar. Bandara Husein memiliki lokasi yang sangat strategis bagi masyarakat untuk mengakses pusat kota dengan cepat,” ungkap Dedi Mulyadi saat meninjau kesiapan operasional bandara.

Secara teknis, layanan penerbangan Semarang-Bandung ini akan dilayani oleh maskapai Wings Air dengan menggunakan armada pesawat tipe ATR 72. Pesawat bermesin turboprop ini dinilai sangat ideal untuk melayani penerbangan jarak pendek hingga menengah karena mampu mendarat di bandara dengan karakteristik landasan pacu seperti Husein Sastranegara, sekaligus menawarkan efisiensi operasional yang tinggi bagi maskapai.

Selain melayani rute ke Semarang, Bandara Husein Sastranegara kini juga mulai menata kembali jadwal untuk sejumlah rute domestik intra-Jawa lainnya. Berbagai destinasi populer seperti Solo, Yogyakarta, Surabaya, hingga rute jarak pendek menuju Pangandaran dan Jakarta, kini kembali masuk dalam radar operasional bandara tersebut. Reaktivasi rute-rute ini diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi regional, di mana mobilitas orang dan barang menjadi lebih lancar, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah-wilayah yang saling terhubung tersebut. (*)

Share This Article