Hunian Tetap Korban Tanah Gerak Tegal Segera Dibangun

4 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau hunian sementara warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (27/5/2026).

KABUPATEN TEGAL, ReaksiNasional.com – Gubernur Ahmad Luthfi memastikan warga terdampak bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal mendapatkan tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan hunian tetap agar masyarakat bisa kembali hidup tenang dan memiliki kepastian tempat tinggal.

Kepastian tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi hunian sementara atau huntara di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (27/5/2026). Dalam kunjungan itu, ia juga merayakan Iduladha 1447 Hijriah bersama warga korban bencana tanah gerak.

Selain menyerahkan kurban sapi seberat 906 kilogram, Ahmad Luthfi berkeliling mengecek kondisi huntara dan berdialog langsung dengan masyarakat. Ia ingin memastikan tidak ada keluhan dari warga yang kini tinggal di lokasi tersebut.

“Kami lakukan pengecekan dari huntara ini untuk memastikan tidak ada public complaint dari masyarakat. Dari mulai rumahnya yang kemarin, sudah kita geser ke sini. Mereka sudah nyaman,” ujar Ahmad Luthfi usai meninjau lokasi.

Ahmad Luthfi mengaku senang melihat kondisi huntara yang bersih, rapi, dan cukup nyaman untuk ditinggali. Sejumlah fasilitas juga dinilai telah memadai. Dalam kesempatan itu, ia membagikan alat tulis dan mainan kepada anak-anak serta melayani warga yang antusias meminta foto bersama.

Huntara di Desa Capar ditempati warga terdampak bencana tanah gerak Desa Padasari yang terjadi pada Februari 2026. Bencana tersebut mengakibatkan sekitar 900 rumah warga mengalami kerusakan.

Sebagai langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tegal dan pemerintah pusat membangun huntara berbentuk rumah modular di atas lahan bengkok Desa Capar seluas 47 ribu meter persegi.

Pada tahap pertama, sebanyak 456 unit huntara telah selesai dibangun. Fasilitas yang tersedia meliputi listrik, air bersih, masjid, lapangan olahraga, balai warga, pos kesehatan, taman bermain anak, tempat pembuangan sampah, toilet umum, toilet di setiap modul, hingga dapur keluarga.

“Nanti kekurangannya akan ditambah, Bupati Tegal sudah menyiapkan lahan. Artinya, negara hadir dalam rangka representasi bencana alam,” katanya.

Ahmad Luthfi juga memastikan proses penyiapan hunian tetap terus berjalan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tegal masih mematangkan penyediaan lahan untuk pembangunan huntap.

“Huntap nanti setelah huntara. Sekarang sedang disiapkan lahannya. Kalau sudah huntap, hak milik rumah dan tanah jadi punya warga,” jelasnya.

Kedatangan Ahmad Luthfi disambut antusias warga. Salah satunya Wasitoh, penghuni huntara blok H5.1, yang sempat terkejut saat gubernur tiba-tiba berdiri di depan rumahnya.

Wasitoh yang tinggal bersama suaminya, Syafi’i, mengaku bersyukur karena kini memiliki tempat tinggal sementara yang nyaman dengan fasilitas memadai. Ia juga tetap bisa melanjutkan usaha kecil yang sebelumnya dijalankan di kampung asalnya.

“Bersyukur sekali. Terima kasih kepada pemerintah, sudah diberikan semua fasilitas ini,” ujarnya.

Wasitoh berharap pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan agar warga memiliki kepastian tempat tinggal ke depan.

Harapan serupa disampaikan Rifai. Menurutnya, kehadiran gubernur memberi keyakinan bahwa pemerintah serius menangani warga terdampak bencana.

“Harapannya segera ditangani masalah huntap biar warganya tenang. Kalau masih di sini kan masih kepikiran untuk ke depan seperti apa,” katanya.

Share This Article