Hipmi Didorong Lebih Agresif Berkolaborasi Jaga Stabilitas Ekonomi Jateng

3 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi narasumber dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Hipmi Jawa Tengah di Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (19/04/2026).

KABUPATEN SEMARANG, ReaksiNasional.com – Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang tidak menentu, pengusaha muda didorong untuk lebih proaktif dalam menciptakan peluang usaha baru guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hal tersebut mengemuka dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang digelar di Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (19/04/2026).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa pengusaha muda memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia meminta Hipmi Jawa Tengah untuk lebih agresif menjalin kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, pengusaha muda tidak hanya dituntut bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga harus kreatif dalam menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan sektor ekonomi baru. Ia menekankan pentingnya inisiatif dan keberanian dalam menangkap peluang tanpa harus menunggu.

Ahmad Luthfi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini mencapai 5,37 persen, yang merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk kontribusi pengusaha muda. Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan investasi, khususnya pada sektor industri padat karya yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menekan angka pengangguran terbuka.

Selain itu, sedikitnya 12 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah mulai mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri baru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja.

Dalam forum tersebut, Gubernur juga mendorong Hipmi untuk menyelaraskan program organisasi dengan agenda pembangunan daerah. Para pengusaha muda diminta aktif menjalin komunikasi dengan kepala daerah guna memperluas peluang kolaborasi.

Sejumlah pengusaha yang hadir turut menyampaikan aspirasi, mulai dari kemudahan perizinan, pemerataan akses program, hingga optimalisasi aset pemerintah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu pengusaha asal Banjarnegara, Eko, menilai bahwa keterbukaan akses komunikasi dengan pemerintah daerah akan sangat membantu pengembangan usaha di tingkat lokal.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said, menyebutkan tren investasi di provinsi ini menunjukkan peningkatan positif. Pada 2025, pertumbuhan investasi tercatat sebesar 6,76 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,5 persen. Kawasan industri dan KEK dinilai menjadi motor utama dalam mendorong pertumbuhan tersebut.

Dengan penguatan sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda, Jawa Tengah diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja di masa mendatang.

Share This Article