Hasil Ketahanan Pangan Warga Binaan Lapas Purwodadi Laris Manis di CFD

3 Min Read
Petugas Lapas Kelas IIB Purwodadi memasarkan hasil pertanian dan peternakan warga binaan dalam kegiatan Car Free Day di depan Lapas Purwodadi, Minggu (7/6/2026).

PURWODADI, ReaksiNasional.com – Hasil program ketahanan pangan yang dikelola warga binaan dan petugas Lapas Kelas IIB Purwodadi laris manis dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang digelar di depan Lapas Purwodadi, Minggu (7/6/2026). Berbagai produk pertanian dan peternakan yang dipasarkan habis terjual dalam waktu singkat karena tingginya antusiasme masyarakat.

Produk yang dijual dalam kegiatan tersebut meliputi 20 kilogram telur ayam, 17 kilogram terong yang dikemas menjadi 26 plastik, serta 10 kilogram kangkung yang dikemas menjadi 30 ikat. Seluruh produk itu merupakan hasil implementasi Program Ketahanan Pangan yang dikelola secara mandiri oleh Lapas Purwodadi melalui kegiatan pertanian dan peternakan produktif.

Dari hasil penjualan dalam CFD tersebut, Lapas Purwodadi memperoleh pendapatan sebesar Rp480.000 dari penjualan telur ayam, Rp78.000 dari terong, dan Rp30.000 dari kangkung. Total hasil penjualan seluruh produk mencapai Rp588.000.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam lapas. Menurutnya, program ketahanan pangan tidak hanya mendukung ketersediaan bahan pangan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan.

“Program ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian dan peternakan. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal usaha mandiri ketika mereka telah selesai menjalani masa pidana,” ujar Erik.

Erik menambahkan, pemasaran hasil ketahanan pangan melalui CFD juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk warga binaan kepada masyarakat luas. Selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan tersebut turut mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan.

Hasil penjualan produk ketahanan pangan tersebut nantinya akan diberikan dalam bentuk premi kepada warga binaan yang terlibat dalam kegiatan produktif. Selain itu, sebagian hasilnya juga akan diarahkan untuk program sosial bagi masyarakat sekitar maupun keluarga warga binaan yang membutuhkan.

Ke depan, Lapas Purwodadi akan terus mengembangkan program pertanian dan peternakan produktif sebagai media pembinaan kemandirian. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, kemandirian, serta kesiapan warga binaan dalam menghadapi kehidupan setelah bebas, sehingga mereka dapat membangun usaha secara mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Kegiatan pemasaran hasil ketahanan pangan warga binaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.

Share This Article