Harlah NU ke-100, Ali Abdul Rohman Minta PBNU Fokus Perkuat Ranting dan Pesantren

3 Min Read
Penanggung jawab acara Harlah NU ke-100 dan Pelantikan Pengurus Ranting NU Desa Kalikondang Ali Abdul Rohman (kanan) bersama Mustasyar PBNU Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin dan Rois Syuriah PCNU Demak KH. Zaenal Arifin Ma’sum di Pondok Pesantren Al-Falah Kalikondang, Demak.

, ReaksiNasional.com – Basis kekuatan Nahdlatul Ulama dinilai terletak pada ranting-ranting NU di tingkat desa dan pondok . Oleh karena itu, pengurus NU mulai dari tingkat pusat hingga struktur paling bawah diminta memberikan perhatian serius terhadap penguatan ranting dan pesantren sebagai jantung pergerakan jam’iyyah NU.

Hal tersebut disampaikan penanggung jawab acara ke-100 sekaligus pelantikan Pengurus Ranting NU Desa Kalikondang Masa Khidmat 2025–2030, Ali Abdul Rohman, melalui rilis yang disampaikan bertepatan dengan peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama, Sabtu (31/1/2026). Ia menegaskan harapannya agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lebih konsen menggarap kekuatan kultural NU yang berakar di desa-desa dan pesantren.

Ali Abdul Rohman menyampaikan bahwa keberlangsungan dan kekuatan NU tidak dapat dilepaskan dari peran pengurus di level bawah serta pesantren-pesantren yang selama ini menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan kaderisasi ulama. Menurutnya, perhatian yang berkelanjutan dari struktur atas sangat dibutuhkan agar denyut organisasi tetap hidup dan kuat.

Pelantikan Pengurus Ranting NU Desa Kalikondang Masa Khidmat 2025–2030 berlangsung khidmat dan istimewa karena dihadiri langsung oleh Mustasyar PBNU sekaligus Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Serang, Banten. Acara tersebut digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Perum Kalikondang Pesona Asri, Demak, yang diasuh oleh KH. Muhammad Jufri.

Selain KH. Ma’ruf Amin, acara dihadiri Rois Syuriah PCNU Demak KH. Zaenal Arifin Ma’sum, Ketua PCNU Kabupaten Demak KH. Muhammad Aminuddin Masyhudi, jajaran pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU Ranting Kalikondang, serta ribuan jamaah yang memadati lokasi acara.

Harlah NU ke-100, PBNU Diminta Fokus Perkuat Ranting dan Pesantren

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Demak KH. Muhammad Aminuddin Masyhudi menegaskan bahwa pelantikan pengurus NU tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia meminta para pengurus yang telah dilantik agar benar-benar berkhidmat dengan sungguh-sungguh, menjaga amanah organisasi, serta terus menguatkan peran NU di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, sambutan mewakili PWNU Jawa Tengah disampaikan oleh KH. Muhammad Fahsin. Ia menyampaikan dua pesan penting kepada pengurus NU, Muslimat NU, dan Fatayat NU Ranting Kalikondang, yakni menjaga agama dengan terus melestarikan tradisi NU seperti manaqiban, yasinan, tahlilan, dan ziarah kubur, serta mampu menyiasati kehidupan dunia dengan kecakapan dan ketanggapan dalam menghadapi perubahan zaman yang dinamis.

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin. Dalam tausiahnya, ia mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi para ulama dan wadah perjuangan ulama. Menurutnya, warga NU memikul dua tanggung jawab besar, yakni mas’uliyah diniyyah atau tanggung jawab keagamaan, serta mas’uliyah wathoniyah yang mencakup tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan.

KH. Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam tanggung jawab keagamaan NU sebagai lembaga pencetak kader santri yang akan melanjutkan perjuangan ulama. Ia juga berpesan agar NU terus menjaga kekuatannya sebagai organisasi.

“Jadilah NU yang kuat sehingga sulit dibelokkan. Jika NU lemah, maka akan sangat mudah dibelok-belokkan,” tegas KH. Ma’ruf Amin.

Share This Article