Hari Desa Nasional 2026, Taj Yasin Dorong Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah

3 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan pada peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026), dengan latar pameran produk unggulan desa dan kehadiran pelaku UMKM dari berbagai daerah.

, ReaksiNasional.com – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mendorong Badan Usaha Milik Desa () di Jawa Tengah untuk bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat desa. Dorongan tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Rabu (14/1/2026).

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin menilai kolaborasi antara BUMDes dan Koperasi Merah Putih menjadi langkah strategis untuk mempercepat penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, keberadaan koperasi tidak seharusnya mematikan peran BUMDes, melainkan menjadi mitra yang saling menguatkan dalam mengelola potensi ekonomi lokal.

Gus Yasin mengungkapkan, dari total 7.810 desa di Jawa Tengah, sebanyak 7.595 desa atau sekitar 97,25 persen telah membentuk BUMDes, sementara 215 desa lainnya masih belum memiliki badan usaha desa. Dari jumlah tersebut, tercatat 6.695 BUMDes atau 85,72 persen telah melakukan input pemeringkatan, dengan kategori perintis sebanyak 2.878 BUMDes, pemula 1.922 BUMDes, berkembang 1.269 BUMDes, dan maju 95 BUMDes. Adapun BUMDes yang belum melakukan input pemeringkatan mencapai 1.115 unit atau sekitar 14,27 persen, sedangkan BUMDes yang telah berbadan hukum hingga akhir September 2024 tercatat sebanyak 2.985 unit atau 38,22 persen.

Ia menegaskan, capaian tersebut masih perlu terus didorong agar kualitas dan kontribusi BUMDes terhadap ekonomi desa semakin meningkat. Momentum Hari Desa Nasional, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa. Gus Yasin berharap pembangunan desa yang berkelanjutan mampu membawa Jawa Tengah dan Indonesia menuju kesejahteraan yang lebih merata.

Selain mendorong sinergi kelembagaan, Gus Yasin juga menilai penyelenggaraan Hari Desa Nasional di Boyolali memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Tingginya mobilitas masyarakat dan kunjungan selama kegiatan berlangsung dinilai mampu mengungkit sektor jasa, perdagangan, dan usaha masyarakat lokal di Kabupaten Boyolali dan sekitarnya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa harus dilakukan melalui langkah-langkah konkret, salah satunya dengan mendorong pelaku usaha desa agar mampu naik kelas dan bersaing. Ia menilai pembangunan dari desa dan dari bawah menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional, pemerataan kesejahteraan, sekaligus pemberantasan kemiskinan.

Yandri Susanto juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan Jawa Tengah, khususnya Boyolali, sebagai tuan rumah peringatan Hari Desa Nasional 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi desa serta memperkuat peran desa sebagai penggerak utama ekonomi nasional melalui pameran produk unggulan desa.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes Tabrani menjelaskan bahwa pameran produk unggulan desa yang digelar merupakan bagian utama dari rangkaian Hari Desa Nasional 2026. Lebih dari 90 pelaku UMKM, termasuk BUMDes terbaik dari berbagai daerah, turut ambil bagian sebagai wadah promosi, apresiasi, dan penguatan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. (*)

Share This Article