Harga Plastik Naik, Aktivitas Pemulung di TPS Surabaya Meningkat

2 Min Read
Aktivitas pemulung memilah sampah plastik di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kota Surabaya yang meningkat akibat kenaikan harga plastik, Sabtu (11/4/2026).

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kota Surabaya menertibkan aktivitas pemulung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) menyusul meningkatnya kegiatan pemilahan sampah yang diduga dipicu oleh kenaikan harga plastik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, M Fikser, menyampaikan bahwa lonjakan harga plastik belum berdampak pada penurunan volume sampah yang masuk ke TPS. Sebaliknya, kondisi tersebut justru dimanfaatkan oleh pemulung untuk memilah sampah bernilai ekonomis langsung di lokasi.

Menurutnya, keberadaan pemulung di dalam TPS dinilai mengganggu operasional pengangkutan sampah serta mengurangi kapasitas ruang penampungan. Hal ini menyebabkan proses pengelolaan sampah menjadi tidak optimal.

Fikser menjelaskan bahwa hingga saat ini volume sampah plastik di TPS masih relatif tinggi dan belum menunjukkan penurunan signifikan. Ia juga menilai bahwa kenaikan harga plastik belum mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik.

Ia menyebut, konsumsi plastik masih tinggi, terutama dari aktivitas belanja yang masih bergantung pada kantong plastik, termasuk di toko modern. Kondisi ini berkontribusi terhadap tingginya timbulan sampah plastik di berbagai titik TPS.

Selain itu, meningkatnya aktivitas pemilahan oleh pemulung berdampak pada berkurangnya kapasitas TPS. Akibatnya, sampah kerap meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu kebersihan serta estetika kota.

Pemerintah Kota Surabaya menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani melalui penertiban agar fungsi TPS tetap berjalan optimal. Penataan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Eri Cahyadi untuk memastikan seluruh TPS tetap tertib dan tidak menimbulkan dampak lingkungan.

Melalui langkah penertiban ini, pemerintah berharap pengelolaan sampah di Kota Surabaya dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan menjaga kebersihan lingkungan.

Share This Article