BANDUNG, ReaksiNasional.com – Lonjakan harga plastik kemasan di Kota Bandung mulai dikeluhkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner. Kenaikan harga yang terjadi secara tiba-tiba bahkan disebut mencapai hingga empat kali lipat dalam waktu singkat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, harga plastik yang sebelumnya berkisar Rp15 ribu per paket kini melonjak menjadi sekitar Rp40 ribu. Kondisi tersebut mulai dirasakan pelaku usaha sejak akhir pekan lalu dan berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional.
Menurutnya, kenaikan harga ini menjadi beban tersendiri bagi pelaku UMKM, khususnya yang mengandalkan layanan pesan bawa pulang atau takeaway. Ia mengakui telah menerima berbagai laporan dari pelaku usaha terkait kondisi tersebut.
Meski demikian, Farhan menyebut pihaknya masih akan menelusuri penyebab pasti kenaikan harga plastik tersebut dengan berkoordinasi langsung kepada distributor guna memastikan akar persoalan di lapangan.
Di tengah situasi tersebut, ia melihat adanya peluang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Farhan menilai lonjakan harga plastik dapat menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan membawa kantong belanja sendiri serta wadah makanan dari rumah saat berbelanja atau membeli makanan. Langkah sederhana tersebut dinilai tidak hanya membantu menekan pengeluaran, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan sampah plastik.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan dorongan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, sekaligus membantu pelaku usaha mengurangi beban biaya akibat mahalnya bahan kemasan.
Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk segera mencari solusi atas permasalahan ini, sekaligus mendorong kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat dalam menghadapi dampak kenaikan harga bahan baku.


