Hardiknas 2026, Ahmad Luthfi Dorong Sekolah Tani Jadi Penguat Ketahanan Pangan

3 Min Read
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMKN 1 Kedawung, Kabupaten Sragen, Sabtu (2/5/2026).

, ReaksiNasional.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah digelar dengan konsep berbeda. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memilih SMKN 1 Kedawung, Kabupaten Sragen, sebagai lokasi upacara untuk menegaskan arah baru pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional.

Upacara Hardiknas yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) tersebut dipimpin langsung Ahmad Luthfi sebagai inspektur upacara dengan mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang dibacakannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pendidikan sejatinya merupakan proses memuliakan manusia. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga media sosial.

“Output-nya adalah anak-anak yang mampu berinteraksi, beradaptasi, dan siap menjadi masa depan bangsa,” ujar Ahmad Luthfi usai upacara.

Ia menambahkan, visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Jawa Tengah diwujudkan melalui sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dengan inovasi daerah yang berfokus pada inklusivitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemilihan SMKN 1 Kedawung sebagai lokasi upacara dinilai sejalan dengan roadmap pembangunan Jawa Tengah tahun 2026 yang menargetkan swasembada pangan. Sekolah tersebut dianggap menjadi contoh pendidikan berbasis ketahanan pangan.

Di lingkungan sekolah, para siswa tidak hanya menerima pembelajaran teori, tetapi juga praktik langsung melalui pengelolaan kebun dan peternakan. Berbagai komoditas seperti kelengkeng, jeruk, durian, dan jambu telah dibudidayakan dan sebagian hasilnya dimanfaatkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini bentuk kemandirian siswa. Saya apresiasi dan berharap terus dikembangkan,” kata Ahmad Luthfi.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan beasiswa kepada insan pendidikan. Penghargaan Satyalencana Karya Satya diberikan kepada guru PNS dengan masa pengabdian 10, 20, hingga lebih dari 30 tahun.

Selain itu, penghargaan diberikan kepada pelajar berprestasi tingkat nasional, yakni Muhammad Azka Abdurrahman peraih medali emas bidang Teknologi Digital dan Naila Aini Bahri peraih emas bidang Wirausaha Sosial dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025.

Kepala SMKN 1 Kedawung, Fahmi Khoiruman, menjelaskan bahwa sekolahnya mengembangkan berbagai program keahlian di sektor pertanian dan pangan, mulai dari hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga pengolahan hasil pertanian dan tata boga.

“Kami menyiapkan siswa untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Bahkan sudah berkontribusi menyuplai buah, telur, dan ikan untuk program MBG,” ujarnya.

Melalui momentum Hardiknas 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya menjadikan sektor pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah sekaligus penggerak kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Share This Article