Hadiri PSBM di Makassar, Gubernur Kaltara Tawarkan Investasi Kawasan Perbatasan

3 Min Read
Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar ke-XXVI di Ballroom Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).

MAKASSAR, ReaksiNasional.com – Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mempromosikan peluang investasi di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI di Ballroom Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).

Dalam forum bertema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” tersebut, Zainal mengajak para pelaku usaha dan investor untuk melihat Kalimantan Utara sebagai wilayah strategis dengan potensi besar untuk dikembangkan. Ia menekankan pentingnya nilai filosofi siri’ na pacce sebagai landasan dalam membangun ekonomi dan kepemimpinan.

Menurutnya, nilai keberanian, kejujuran, kerja keras, dan menjaga kehormatan yang terkandung dalam filosofi tersebut menjadi fondasi dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan pembangunan.

Zainal memaparkan sejumlah sektor unggulan yang terbuka untuk investasi, di antaranya hilirisasi produk pertanian dan perkebunan. Ia mencontohkan pengolahan selai nanas dari wilayah Krayan serta potensi ekspor bubuk tanaman keraton yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global.

Di sektor perikanan dan kelautan, Kalimantan Utara memiliki potensi rumput laut mencapai 857.797 ton per tahun, serta komoditas unggulan lain seperti udang windu, bandeng, dan kepiting bakau. Sementara itu, industri sarang burung walet di Kabupaten Tana Tidung juga dinilai menjanjikan, meskipun masih membutuhkan investasi pada sektor pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah.

Pada sektor peternakan, ia mengungkapkan bahwa kebutuhan ayam dan telur di Kalimantan Utara masih belum terpenuhi oleh produksi lokal, sehingga membuka peluang investasi baru bagi pelaku usaha.

Selain sektor produksi, Zainal juga menyoroti potensi pengembangan pariwisata lintas negara yang menghubungkan Kalimantan Utara dengan Sabah di Malaysia, Tawi-Tawi di Filipina, serta Brunei Darussalam. Ia menyebut posisi geografis Kaltara sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional yang menghubungkan kawasan Asia hingga Australia.

Menurutnya, keberadaan jalur Archipelagic Sea Lanes (ASLs) menjadikan wilayah tersebut memiliki akses penting dalam perdagangan internasional, termasuk ke negara-negara seperti Hong Kong, China, Jepang, Korea, hingga Australia.

Zainal menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan keberanian dalam menghadapi tantangan serta komitmen terhadap integritas dan kerja keras.

Melalui forum ini, ia berharap para saudagar Bugis-Makassar dapat melihat langsung potensi yang dimiliki Kalimantan Utara dan turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan, sejalan dengan visi daerah untuk menjadi wilayah yang maju, makmur, dan berkelanjutan.

Share This Article