Ad image

Hadapi Era AI dan ChatGPT, Taj Yasin Minta Guru “Lari” Kejar Kemajuan Teknologi Siswa

3 Min Read

SEMARANG, reaksinasional.com – Pesatnya perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan. Wakil Gubernur , Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengingatkan para tenaga pendidik agar tidak terjebak dalam metode pengajaran konvensional di tengah arus digitalisasi yang masif.

Hal tersebut ditegaskan Gus Yasin saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, yang digelar di , Semarang, pada Rabu (10/12/2025).

Menurut Gus Yasin, saat ini guru dihadapkan pada situasi di mana peserta didik seringkali lebih cepat menguasai teknologi dibandingkan pengajarnya. Oleh karena itu, ia menuntut para guru untuk segera beradaptasi dan bergerak cepat.

“Masih banyak guru yang memakai cara lama, padahal anak didiknya sudah berubah drastis seiring kemajuan teknologi. Guru dituntut untuk ‘berlari’, terus melakukan pembaruan diri (update), dan penyesuaian agar tidak tertinggal,” ujarnya.

Wagub mencontohkan fenomena kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang kini sangat akrab dengan siswa. Saat ini, segala tugas bisa diselesaikan dengan cepat melalui bantuan teknologi seperti atau AI lainnya. Di sinilah peran guru harus bertransformasi, tidak sekadar pemberi materi, tetapi menjadi pendamping agar teknologi tersebut berfungsi sesuai tujuan pendidikan dan tidak disalahgunakan.

Meski teknologi menjadi sorotan, Gus Yasin tetap menekankan bahwa pendidikan moral adalah pondasi yang tak tergantikan. Mengacu pada filosofi Jawa “Guru” yang berarti digugu lan ditiru (dipercaya dan dicontoh), ia mengingatkan bahaya kecerdasan tanpa moral.

“Anak-anak zaman sekarang kecepatan akalnya luar biasa. Namun, jika kecepatan itu tidak kita arahkan dengan nilai-nilai moral, justru akan mendatangkan mudarat atau bahaya,” jelasnya.

Di hadapan ratusan guru dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Gus Yasin mengajak para pendidik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Baginya, belajar tidak mengenal batasan usia, mulai dari ayunan hingga liang lahat. Guru tidak boleh berhenti belajar hanya karena statusnya sebagai pengajar.

Menutup sambutannya, Gus Yasin menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus memberikan apresiasi tinggi kepada dunia pendidikan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memuliakan profesi guru setiap saat.

“Kita bisa mencapai posisi saat ini pasti karena jasa guru. Pendidikan tanpa guru akan menyesatkan. Maka, mari kita jadikan setiap hari sebagai momentum untuk menghormati guru, bukan hanya saat tanggal peringatan Hari Guru Nasional saja,” tandasnya. (*)

Share This Article