SEMARANG, ReaksiNasional.com – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa peringatan 100 tahun Nahdlatul Ulama bukan sekadar penanda usia organisasi, melainkan refleksi atas jejak panjang pengabdian dan khidmah NU yang terus hidup serta tumbuh di tengah masyarakat.
Menurut Gus Rozin, satu abad perjalanan NU merupakan rangkaian pengabdian spiritual, sosial, dan kebangsaan yang tidak pernah terputus. Oleh karena itu, momentum satu abad NU harus diisi dengan menundukkan hati, memperbanyak doa, serta menghadirkan rasa syukur yang mendalam atas istiqamah, persatuan, dan keberlangsungan NU yang dianugerahkan Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa NU, khususnya di Jawa Tengah, hadir bukan hanya sebagai organisasi formal, tetapi sebagai gerakan sosial-keagamaan yang tumbuh bersama masyarakat. NU hidup di tengah umat dengan menjaga agama, merawat tradisi, serta memperkuat sendi-sendi kebangsaan.
Dalam bidang keilmuan, Gus Rozin menyebut pesantren-pesantren NU sebagai penjaga mata rantai keilmuan Islam Nusantara. Di pesantren, tradisi keilmuan dirawat dengan kesungguhan, kegembiraan, serta kecintaan terhadap ajaran Islam yang moderat dan ramah. Sementara itu, melalui sekolah dan madrasah, NU menanamkan nilai-nilai ilmu pengetahuan, akhlak, serta cinta tanah air kepada generasi muda sebagai bekal membangun masa depan bangsa.
Gus Rozin juga menyoroti peran NU dalam situasi krisis dan kebencanaan. Menurutnya, dalam setiap bencana dan krisis kemanusiaan yang kerap melanda, khususnya di wilayah Jawa Tengah, NU selalu hadir tanpa jarak dan berada di barisan terdepan untuk membantu masyarakat terdampak sebagai wujud nyata khidmah NU kepada umat.
Dalam bidang sosial dan ekonomi, termasuk penguatan ketahanan keluarga dan pangan, NU bekerja dengan hati, aksi, dan tanggung jawab. Seluruh unsur jam’iyah bergerak dalam satu napas pengabdian, dengan lembaga-lembaga NU menjalankan mandat sesuai bidang keahliannya, sementara badan otonom menjadi motor kaderisasi sekaligus kekuatan sosial umat yang terus aktif di tengah masyarakat.
Gus Rozin menegaskan bahwa perjalanan satu abad NU telah dilalui dengan penuh rasa syukur. Dengan spirit syukur tersebut, NU Jawa Tengah diyakini akan terus melangkah ke depan untuk mengabdi kepada umat, berkhidmah bagi bangsa, serta ikut menyiapkan masa depan Indonesia yang damai, adil, dan bermartabat.
Di akhir pesannya, ia mengajak seluruh warga NU untuk merawat jam’iyah ini di abad kedua dengan penuh kecintaan dan kasih sayang, menjaga kebersamaan, serta terus hadir dan bertumbuh bersama NU dalam pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.


