Gus Rozin Rindukan NU yang Independen, MIP IV Jadi Momentum Menyongsong Muktamar 2026

3 Min Read
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menyampaikan sambutan pada pembukaan Muktamar Ilmu Pengetahuan (MIP) IV di UIN Sunan Kudus, Jumat (26/6/2026).

KUDUS, ReaksiNasional.com – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) , KH Abdul Ghaffar Rozin, mengaku merindukan suasana Nahdlatul Ulama (NU) yang independen, yakni organisasi yang mampu berpikir dan menentukan arah perjuangannya secara mandiri tanpa dibayangi rasa cemas maupun kepentingan tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Rozin saat membuka Muktamar Ilmu Pengetahuan (MIP) IV yang diselenggarakan Lakpesdam PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan UIN Sunan Kudus, Jumat (26/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Gus Rozin mengenang pesan Presiden keempat Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang menurutnya tetap relevan bagi perjalanan organisasi hingga saat ini.

“Saya mengenang pesan Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam salah satu forum muktamar. Saat itu, Gus Dur mengingatkan agar NU tidak merasa bangga hanya karena dekat dengan penguasa, meskipun pada saat menyampaikan pesan tersebut dirinya sedang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurut Gus Rozin, penyelenggaraan MIP IV memiliki arti strategis karena berlangsung setelah Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Kediri serta menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.

Ia berharap semangat keilmuan yang lahir dari forum tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan muktamar organisasi agar berlangsung damai dan berorientasi pada kemajuan NU.

“Muktamar yang akan datang adalah muktamar damai sebagaimana muktamar pagi ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa yang seharusnya menjadi kemenangan dalam Muktamar NU bukanlah persaingan antarkelompok ataupun kandidat ketua, melainkan kejernihan berpikir dan kebeningan hati dalam merumuskan masa depan organisasi.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrahman Kasdi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Lakpesdam PWNU Jawa Tengah yang memilih kampusnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan MIP IV.

Menurutnya, forum tersebut merupakan kelanjutan tradisi intelektual yang telah dibangun sejak 2023 sebagai upaya memperkuat sanad keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya di Jawa Tengah.

Abdurrahman menilai MIP IV tidak boleh berhenti sebagai ruang diskusi akademik semata, melainkan harus mampu melahirkan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ilmu pengetahuan harus menghadirkan kemaslahatan. Karena itu, sains, teknologi, humaniora, dan ilmu-ilmu keagamaan harus berjalan secara terpadu agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan pijakan nilai, terutama nilai keagamaan,” ujarnya.

Share This Article