SEMARANG, ReaksiNasional.com – Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH Mandzhur Labib menegaskan pentingnya peran Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) sebagai wadah untuk membangun jejaring dan saling menguatkan para penghafal Al-Qur’an. Hal tersebut disampaikannya saat mewakili KH Abdul Ghaffar Rozin dalam pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) JQHNU Jawa Tengah di Aula Dinas Sosial Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).
Dalam sambutannya, Gus Labib, sapaan akrabnya, menyebut bahwa JQHNU memiliki tanggung jawab untuk merawat para huffazh agar terhubung dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, jejaring tidak hanya penting dalam bidang keagamaan, tetapi juga mencakup sektor ekonomi dan pendidikan guna memperkuat kesejahteraan para penghafal Al-Qur’an.
Ia menjelaskan bahwa aspek ekonomi menjadi salah satu perhatian utama agar para hamalatul Qur’an dapat hidup dengan layak dan tenang dalam menjaga hafalan. Selain itu, jejaring di bidang pendidikan dinilai penting untuk melahirkan lebih banyak pesantren tahfizh yang berkualitas.
Gus Labib juga menyoroti meningkatnya minat masyarakat dalam menghafal Al-Qur’an. Fenomena ini, menurutnya, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah yang telah memberikan perhatian melalui program beasiswa pendidikan serta mendorong masuknya tahfizh ke berbagai sektor, termasuk industri dan program televisi.
Meski demikian, pengasuh Pesantren Sabilunnajah Penjalin, Brangsong, Kendal itu mengingatkan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan istimewa sebagai penjaga kitab suci. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga niat dalam menghafal Al-Qur’an agar tetap ikhlas, bukan semata-mata karena dorongan beasiswa atau prestasi.
Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an dijaga oleh Allah SWT melalui para penghafalnya, sehingga setiap huffazh harus memiliki kesadaran spiritual yang kuat dalam menjalankan tugas tersebut.
Menutup sambutannya, Gus Labib menyampaikan harapan agar Konferwil JQHNU Jawa Tengah dapat menghasilkan pemimpin organisasi yang mampu membimbing para penghafal Al-Qur’an dengan baik serta memperkuat peran JQHNU ke depan.


