Gubernur Luthfi Targetkan Jalan Randublatung-Cepu Mulus Tanpa Lubang Tahun Ini

5 Min Read
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro bersama Wakil Bupati Blora Sri Setyorini meninjau ruas Jalan Singget-Djoplang-Cepu di Kabupaten Blora, Selasa (9/6/2026).

BLORA, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi memastikan ruas Jalan Randublatung-Cepu sepanjang 2,6 kilometer di Kabupaten Blora akan diperbaiki secara menyeluruh dengan konstruksi beton atau rigid pavement. Perbaikan jalan senilai hampir Rp34 miliar tersebut ditargetkan tuntas pada 2026 agar mobilitas masyarakat semakin lancar dan aktivitas perekonomian wilayah selatan Blora semakin meningkat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan perbaikan ruas tersebut akan menggunakan konstruksi rigid pavement agar lebih kuat menahan beban kendaraan berat yang setiap hari melintas di jalur tersebut. Kepastian itu disampaikan saat ia meninjau ruas Jalan Singget-Djoplang-Cepu, Selasa (9/6/2026).

“Yang pertama ada alokasi Rp5,276 miliar dan ditambah lagi melalui Perkada sebesar Rp28,7 miliar. Totalnya untuk satu ruas ini saja Rp34 miliar. Insyaallah tuntas,” kata Henggar.

Henggar menjelaskan, paket pekerjaan senilai Rp5,276 miliar saat ini sudah memasuki tahap tender. Setelah proses administrasi selesai, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir Juli 2026.

Selain menggunakan pendanaan dari APBD Provinsi Jawa Tengah, Pemprov Jateng juga mengusulkan dukungan tambahan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Usulan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Blora, khususnya pada ruas-ruas yang selama ini menjadi jalur penting masyarakat.

“Mudah-mudahan kalau itu terealisasi, semakin tuntas lagi jalan yang ada di Blora,” ujarnya.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyambut positif langkah percepatan perbaikan ruas Randublatung-Cepu. Menurutnya, jalan tersebut merupakan salah satu jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dan distribusi barang.

“Harapan kami jalan Randublatung-Cepu ini bisa benar-benar selesai sesuai harapan Pak Gubernur. Kalau bisa tuntas tahun ini,” kata Sri Setyorini saat mendampingi Henggar di lokasi.

Kabar perbaikan tersebut disambut antusias warga yang sebelumnya sempat menyampaikan protes atas kerusakan jalan. Sejumlah warga bahkan mendatangi salah satu titik jalan rusak yang tengah dilakukan penambalan permukaan. Mereka mengaku lega karena perbaikan yang lama dinantikan segera direalisasikan.

Gunawan Dwi Hananto, warga Desa Jetis, berharap perbaikan jalan dapat memperlancar akses masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi warga. Menurutnya, jalan yang baik sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas harian, distribusi hasil usaha, dan mobilitas antarwilayah.

“Semoga bisa meningkatkan akses ekonomi rakyat. Terima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Blora yang sudah bersinergi, sehingga jalan ini segera diperbaiki,” ujar pria yang akrab disapa Hans tersebut.

Hal senada disampaikan Greg, warga Kecamatan Jati. Ia mengaku bersyukur karena perbaikan jalan yang telah lama dinantikan masyarakat akhirnya mulai direalisasikan.

“Terima kasih Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Semoga tahun ini benar-benar tuntas dan bermanfaat bagi masyarakat Blora,” katanya.

Dukungan juga datang dari pengguna jalan. Tomi, sopir truk yang rutin melintasi jalur tersebut, berharap kualitas pekerjaan benar-benar diperhatikan mengingat tingginya volume kendaraan berat yang melewati ruas Randublatung-Cepu.

“Senang sekali. Yang penting perbaikannya maksimal karena jalan ini sering dilewati kendaraan berat,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Sulastri, warga Desa Gedangpecici, mengatakan kerusakan jalan selama ini kerap menyebabkan kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah. Ia berharap pekerjaan perbaikan dapat berjalan lancar dan segera selesai.

“Alhamdulillah senang banget kalau diperbaiki. Semoga lancar dan cepat selesai,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, perbaikan ruas Jalan Randublatung-Cepu harus selesai tahun ini. Ia meminta jalan tersebut segera mulus tanpa lubang sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Ahmad Luthfi menekankan, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara profesional, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perbaikan ruas Cepu-Randublatung menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Penanganan jalan rusak di Jawa Tengah menjadi salah satu prioritas Pemprov Jateng. Ahmad Luthfi bahkan mengambil langkah cepat dengan merealokasi anggaran sekitar Rp200 miliar untuk memperbaiki ruas-ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat di sejumlah wilayah, tanpa menunggu APBD Perubahan 2026 yang baru dibahas pada September mendatang.

Kebijakan tersebut diambil menyusul turunnya tingkat kemantapan jalan provinsi dari 94,4 persen pada 2025 menjadi 84,6 persen pada 2026. Penurunan itu salah satunya dipicu musim hujan berkepanjangan yang berlangsung hingga awal tahun ini dan berdampak pada kondisi sejumlah ruas jalan.

“Jalan-jalan provinsi yang sekarang kualifikasinya rusak berat, dalam waktu dekat kita lakukan penanganan pemeliharaan dan peningkatan. Saya ingin tahun 2026 ini kembali seperti 2025, kemantapan jalan provinsi harus 94,4 persen,” tegas Luthfi.

Share This Article