Gubernur Jateng Ajak Mahasiswa Jadi Motor Kolaborasi Pembangunan

3 Min Read

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Gubernur Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa untuk berperan aktif sebagai penggerak kolaborasi dalam pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri halal bihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (17/4/2026).

Di hadapan ratusan kader dan alumni PMII, ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengamat, tetapi harus terlibat langsung dalam proses perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, tantangan pembangunan di Jawa Tengah semakin kompleks sehingga memerlukan keterlibatan seluruh elemen melalui pola collaborative government.

Ahmad Luthfi, yang juga merupakan alumni PMII, mendorong terbentuknya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat. Ia menyebut sinergi tersebut sebagai “super team” yang harus bergerak bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan capaian penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak yang tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja.

Lebih lanjut, ia mengajak kader PMII untuk terlibat langsung dalam isu-isu konkret, seperti penanganan bencana yang kerap terjadi di wilayah Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa kehadiran nyata di lapangan menjadi indikator keberhasilan sebuah gerakan mahasiswa.

Ahmad Luthfi bahkan secara terbuka mengundang kader PMII untuk ikut serta dalam berbagai aksi sosial bersama pemerintah daerah. Ia menilai, semakin besar keterlibatan di lapangan, semakin nyata kontribusi yang diberikan bagi masyarakat.

Menutup sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan organisasi kepemudaan. Ia menyebut rumah gubernur sebagai ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII, Fathan Subkhi, menilai usia PMII yang telah mencapai 66 tahun menjadi momentum penting untuk meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Ia menekankan pentingnya peran kader dan alumni dalam berbagai sektor strategis.

Senada, Ketua PW IKA PMII Jawa Tengah, Musahadi, menyebut kegiatan tersebut sebagai ajang konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara kader, alumni, dan pemerintah. Ia menilai potensi besar yang dimiliki PMII harus dimaksimalkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui momentum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi agen perubahan secara konseptual, tetapi juga mampu hadir langsung sebagai pelaku utama dalam pembangunan yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Share This Article