Gubernur Ahmad Luthfi Percepat Relokasi Pengungsi Bencana Purbalingga

4 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi pengungsian dan titik terdampak banjir serta longsor di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/1/2026).

, ReaksiNasional.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan percepatan relokasi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purbalingga. Penanganan bencana di wilayah tersebut kini memasuki tahap kedua, dengan fokus pada penyiapan hunian sementara dan hunian tetap bagi para pengungsi.

Instruksi tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau langsung percepatan penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/1/2026). Gubernur meminta Pemerintah Kabupaten Purbalingga segera menetapkan lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) agar proses relokasi dapat segera dilakukan.

Bencana banjir dan longsor di Purbalingga terjadi pada 23 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Air bah yang disertai material longsoran merendam dan merusak empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet, serta Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja. Desa Serang dilaporkan menjadi wilayah dengan dampak terparah.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah diberikan sejak hari pertama bencana terjadi. Menurutnya, Gubernur Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jateng untuk terlibat dalam penanganan darurat bersama berbagai pemangku kepentingan.

Fahmi menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga kebutuhan mendesak yang menjadi prioritas utama, yakni penyediaan hunian sementara dan hunian tetap, perbaikan jembatan yang rusak atau terputus akibat bencana, serta pemulihan jaringan air bersih bagi masyarakat terdampak. Proses penentuan lokasi huntara dan huntap masih terus dikoordinasikan dengan pemerintah desa setempat.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Ahmad Luthfi meninjau Posko Balai Desa Serang dan memimpin rapat percepatan penanganan bencana bersama seluruh pemangku kepentingan. Ia juga mengunjungi Villa Serang yang difungsikan sebagai lokasi pengungsian, berdialog langsung dengan warga, serta menyapa dan menghibur anak-anak pengungsi.

Gubernur kemudian meninjau lokasi terdampak di Dusun Gunungmalang dan Dusun Kaliurip, sebelum mengakhiri rangkaian kunjungan dengan mengecek dapur umum yang dikelola oleh Brimob. Pada kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan secara simbolis dengan total nilai hampir Rp700 juta yang meliputi kebutuhan permakanan, pakaian, mainan anak-anak, bantuan perumahan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa sejak status tanggap darurat ditetapkan, seluruh dinas terkait telah berada di lapangan dan berbagai bantuan telah disalurkan, termasuk pengerahan alat berat seperti ekskavator. Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak akan dipenuhi secara optimal.

Gubernur juga menyampaikan bahwa ratusan rumah warga akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Penyiapan lahan huntara dan huntap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Purbalingga, sementara pembangunan akan dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kementerian terkait.

Menurutnya, proses relokasi membutuhkan pendekatan dan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat. Penanganan bencana, kata dia, tidak hanya sebatas bantuan darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat bangkit dan memiliki masa depan yang lebih aman.

Terkait jembatan yang terputus dan menghambat akses antarwilayah, Ahmad Luthfi memastikan telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pemasangan jembatan sementara sekaligus perencanaan pembangunan jembatan permanen. Prioritas akan diberikan pada jembatan yang menjadi penghubung pusat-pusat ekonomi dan menyangkut kebutuhan hidup masyarakat luas.

Share This Article