GP Ansor Perkuat Kaderisasi, Addin Jauharuddin Tekankan Pentingnya Pembangunan SDM

3 Min Read
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharuddin saat membuka Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdiklat Bimas Lemdiklat, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026).

KABUPATEN , ReaksiNasional.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor, Addin Jauharuddin, menegaskan bahwa kemajuan organisasi maupun peradaban tidak akan tercapai tanpa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kuat. Karena itu, GP Ansor terus menggencarkan kaderisasi formal di berbagai tingkatan, baik cabang maupun wilayah.

Hal tersebut disampaikan Addin saat membuka kegiatan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdiklat Bimas Lemdiklat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026).

“Tidak ada peradaban yang maju, tidak ada organisasi yang maju tanpa membangun sumber daya manusia (SDM). Itu kata kunci,” katanya.

Menurutnya, transformasi pembangunan SDM di lingkungan GP Ansor harus dimulai dari peningkatan kualitas narasumber yang kompeten dalam proses kaderisasi. Selain itu, pengembangan kemampuan kader juga menjadi aspek penting agar anggota Ansor maupun Banser memiliki daya guna dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kedua, pengembangan kompetensi sehingga kita pastikan ke depan sahabat Ansor maupun Banser berdaya guna, bermanfaat dengan segala kemampuannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kaderisasi juga harus diarahkan untuk melahirkan pemimpin yang adaptif terhadap berbagai perubahan di daerah masing-masing. Para kader, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk meninggalkan sistem, warisan, dan budaya organisasi yang baik bagi generasi penerus.

Saat ini, lanjut Addin, Susbanpim dan Pelatihan Kader Nasional (PKN) masih menjadi jenjang tertinggi dalam proses kaderisasi Ansor-Banser. Karena itu, ia berharap lulusan Susbanpim mampu menjadi motor penggerak organisasi sekaligus menjawab tantangan kepemimpinan di daerah.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Banser memiliki posisi strategis sebagai garda perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Banser merupakan garda terdepan dan tulang punggung benteng terakhir NKRI, perekat institusi dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Luthfi, kader Banser harus memiliki karakter Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) dalam kehidupan bermasyarakat serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah.

Ia mencontohkan, dampak globalisasi dapat memicu berbagai persoalan sosial di daerah apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, kader Banser diharapkan mampu menjadi penyejuk di tengah masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh kelompok intoleran.

Luthfi juga menyinggung adanya kelompok yang merasa paling benar dan mudah mengkafirkan pihak lain, termasuk memandang pemerintah sebagai thaghut. Menurutnya, kondisi tersebut harus diantisipasi melalui penguatan nilai kebangsaan dan moderasi beragama.

Ketua Panitia Susbanpim Angkatan VIII sekaligus Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Muhammad Shidqon Prabowo, melaporkan kegiatan berlangsung selama sepekan mulai 12 hingga 17 Mei 2026.

Ia menyebut sebanyak 105 peserta dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Aceh, Sumatra, Kalimantan, Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Semua peserta adalah kader terbaik, dan buktikan bahwa anda semua memang benar-benar kader terbaik dan layak menjadi pemimpin,” pungkasnya.

Share This Article