GP Ansor Jateng Siapkan Kader Tangguh Hadapi Kejahatan Siber dan Perkuat Ekonomi Digital

3 Min Read
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Dr. H. Shidqon Prabowo membuka Workshop Digital PW GP Ansor Jawa Tengah di PCNU Banyumas yang diikuti 75 kader dari wilayah Banyumas Raya.

BANYUMAS, ReaksiNasional.com – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi tantangan era digital melalui Workshop Digital yang digelar di PCNU Banyumas, Kamis-Jumat (25–26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk kader yang mampu mengadvokasi korban kejahatan siber sekaligus mendorong lahirnya pelaku ekonomi digital yang mandiri.

Workshop diikuti 75 peserta dari wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purbalingga, dan Banjarnegara. Selama pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga praktik langsung untuk mengenali dan mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan digital.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. H. Shidqon Prabowo, mengatakan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan siber seperti penipuan daring, phishing, hingga berbagai modus cybercrime lainnya.

“GP Ansor Jawa Tengah ingin melahirkan kader-kader yang bukan hanya kuat secara ideologis, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan digital. Hari ini, kejahatan siber seperti scam, phishing, hingga berbagai bentuk penipuan online semakin marak. Karena itu, Ansor harus hadir untuk mengadvokasi dan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Shidqon, workshop tersebut merupakan bagian dari perluasan peran organisasi di tengah masyarakat. Selain menjaga nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila, Ansor juga ingin membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keamanan di ruang digital.

Ia berharap para peserta dapat menginisiasi pembentukan lembaga atau posko pendampingan bagi korban kejahatan digital agar masyarakat memiliki akses terhadap advokasi dan bantuan ketika mengalami tindak kejahatan siber.

“Ini adalah bentuk pengabdian baru Ansor. Jika dulu kita menjaga masyarakat secara fisik dan ideologi, sekarang kita juga harus menjaga mereka di ruang digital,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Cyber PW GP Ansor Jawa Tengah, Muhammad Nur Huda, menjelaskan bahwa workshop juga dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi kader melalui pemanfaatan teknologi digital. Selain materi keamanan siber, peserta mendapatkan pelatihan digital marketing dan pengembangan bisnis digital agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang usaha.

“Kami ingin kader Ansor tidak hanya paham bagaimana menghindari kejahatan siber, tetapi juga bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan. Digital hari ini bukan sekadar alat komunikasi, tapi ruang besar untuk membangun usaha dan kemandirian ekonomi,” katanya.

Menurut Nur Huda, pelatihan tersebut menjadi langkah awal membangun ekosistem kader Ansor yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu menjadi pelindung masyarakat di dunia maya, sekaligus menjadi pelaku ekonomi digital yang produktif.

Melalui workshop ini, PW GP Ansor Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan literasi digital, peningkatan kesadaran terhadap bahaya kejahatan siber, serta pengembangan kapasitas kader agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Share This Article