Ad imageAd image

Genjot Wisata Halal, Pemprov Jateng Siapkan Label Hotel Ramah Muslim

3 Min Read

, Reaksi Nasional – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengakselerasi pertumbuhan ekosistem wisata ramah muslim (halal tourism). Salah satu langkah strategis yang tengah diproyeksikan adalah penerapan standardisasi dan pelabelan khusus bagi hotel yang memenuhi kriteria ramah muslim.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, , menyampaikan hal tersebut usai menerima audiensi Gerakan Enterpreneur Ekonomi Muslimah Indonesia (GEEMI) di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026). Mewakili Gubernur , Taj Yasin menyebut kebijakan ini merespons tren peningkatan wisatawan yang menuntut kenyamanan beribadah serta jaminan kehalalan kuliner.

“Pemprov sedang memproyeksikan perhotelan untuk pemenuhan wisata ramah muslim dengan syarat mendasar. Yakni, sama sekali tidak menyediakan makanan dan minuman non-halal, tidak menyediakan alkohol, serta kelengkapan fasilitas ibadah,” ujar Wagub yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

Bahkan, kriteria ideal yang diharapkan mencakup fasilitas kolam renang yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Nantinya, hotel yang lolos verifikasi akan mendapatkan label khusus.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Label nanti juga ada, misalnya untuk menandai apakah sudah memenuhi kelayakan ramah muslim atau belum,” tambahnya.

Tawangmangu Jadi Percontohan

Selain sektor akomodasi, Pemprov Jateng juga fokus mengembangkan kawasan destinasi wisata ramah muslim. Gus Yasin menunjuk kawasan Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar sebagai percontohan (pilot project) yang dinilai sudah mapan.

“Tawangmangu saat ini sudah bagus, mapan infrastrukturnya. Termasuk oleh-oleh, kafe, dan kuliner ramah muslim sudah tertata dengan baik,” jelasnya.

Keberhasilan di Tawangmangu diharapkan dapat diduplikasi ke daerah lain yang potensial, seperti Ungaran, Magelang, Wonosobo, dan Kota Semarang.

Pengembangan ini dinilai krusial untuk menangkap pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari Timur Tengah, serta wisatawan domestik dari kalangan pesantren atau institusi pendidikan Islam yang menjadikan aspek halal sebagai preferensi utama.

Perkuat Ekosistem Hulu ke Hilir

Komitmen Pemprov Jateng tidak hanya berhenti pada destinasi, tetapi juga memperkuat rantai pasok ekosistem halal. Upaya ini mencakup pengawasan ketat sertifikasi halal di Rumah Potong Ayam (RPA) dan Rumah Potong Hewan (RPH), hingga pengembangan profesi Tukang Jagal Halal atau “Kang Jalal”.

Langkah-langkah ini sejalan dengan satu dari 11 program prioritas pasangan Ahmad Luthfi – Taj Yasin, yakni melahirkan ekosistem ekonomi syariah melalui penguatan regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim.

Share This Article