KABUPATEN SEMARANG, ReaksiNasional.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Fitroh Rohcayanto, menekankan pentingnya integritas dalam membangun karakter kepemimpinan guna menekan potensi korupsi. Hal itu disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdiklat Bimas Lemdiklat Polri, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2026).
Dalam pemaparannya, Fitroh memperkenalkan konsep kepemimpinan IDOLA yang merupakan singkatan dari integritas, dedikasi, objektif, loyal, dan amanah. Menurutnya, lima nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membentuk pemimpin yang berkarakter dan berorientasi pada pengabdian.
“Jadilah sang idola,” ujarnya di hadapan peserta Susbanpim.
Ia menilai anggota Banser pada dasarnya telah memiliki pemahaman keagamaan yang kuat sehingga memahami bahwa korupsi merupakan pelanggaran terhadap hukum agama maupun hukum negara. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kesadaran tersebut dapat terkikis apabila seseorang salah menaruh harapan atau terjebak pada kepentingan pribadi dan ego tertentu.
“Kita ini hanya mengupayakan dan mencari solusi lain. Jadi jangan berharap apa pun dari siapa pun, berharaplah pada Allah,” tuturnya.
Menurut Fitroh, menjadi anggota Banser merupakan bentuk pengabdian dan dedikasi kepada masyarakat. Karena itu, setiap kader Banser harus memiliki integritas dan dedikasi yang jelas dalam menjalankan tugas organisasi maupun pengabdian sosial.
Ia juga menekankan pentingnya sikap objektif dalam menilai suatu persoalan. Selain itu, loyalitas terhadap negara dan organisasi dinilai menjadi salah satu nilai penting yang harus terus dijaga oleh kader Banser.
“Saya yakin Banser punya loyalitas terhadap negara dan organisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Fitroh menegaskan bahwa sikap amanah atau dapat dipercaya menjadi fondasi utama dalam kepemimpinan. Ia juga mengajak kader Banser untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki kecerdasan dalam menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi di tengah perubahan zaman.


