BANDUNG, ReaksiNasional.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya normalisasi drainase sebagai langkah prioritas sebelum melakukan perbaikan infrastruktur lainnya di wilayah Kota Bandung. Hal tersebut disampaikan saat melakukan monitoring di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kamis (16/4/2026).
Farhan menekankan bahwa perbaikan jalan tidak boleh dilakukan sebelum kondisi drainase dipastikan berfungsi dengan baik. Menurutnya, kerusakan jalan kerap terjadi akibat sistem drainase yang tidak optimal sehingga menyebabkan genangan air.
“Drainase jalan harus dinormalkan kembali karena masih banyak genangan. Jangan mengerjakan jalan sebelum drainasenya diperbaiki, karena kalau drainasenya jelek maka jalan akan rusak lagi,” ujarnya.
Kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya penataan kawasan yang dinilai memiliki berbagai persoalan, mulai dari ketertiban pedagang kaki lima (PKL), kondisi drainase, hingga sanitasi lingkungan. Selain itu, Farhan juga menyoroti pentingnya penataan penerangan jalan umum untuk menunjang keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Ia meminta Dinas Perhubungan segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi lampu jalan, termasuk yang tidak berfungsi, agar dapat segera diperbaiki.
“Lakukan pendataan berapa banyak lampu yang ada, berapa yang menyala dan yang mati. Lampu yang mati segera diperbaiki,” katanya.
Dalam aspek penataan ekonomi, Farhan menegaskan bahwa PKL tetap diperbolehkan berjualan, namun harus mematuhi aturan dan tidak mengganggu fungsi jalan maupun aliran drainase. Ia juga mendorong adanya kesepakatan bersama antar pedagang terkait jam operasional serta kewajiban menjaga kebersihan setelah berjualan.
“Pedagang silakan berjualan, tapi jangan mengambil seluruh badan jalan dan harus bertanggung jawab terhadap kelancaran drainase,” ucapnya.
Selain itu, persoalan sanitasi juga menjadi perhatian, terutama terkait bangunan yang berdiri di atas sungai tanpa sistem pembuangan limbah yang layak. Farhan menyebutkan perlunya penataan menyeluruh, termasuk kemungkinan pembangunan fasilitas sanitasi umum yang lebih representatif.
“Satu-satunya cara untuk memperbaiki kerapihan adalah meratakan bangunan di atas sungai, terutama yang tidak berpenghuni. Bisa dipertimbangkan membuat toilet umum dengan posisi lebih ke dalam dan limbahnya tidak dibuang ke sungai,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Panjunan, Iya Sunarya, mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para PKL setempat guna mendukung penataan kawasan. Ia juga menyebut terdapat sekitar 200 kios kosong di pasar yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif lokasi berjualan agar kawasan lebih tertib dan rapi.
“Kami sudah rapat dengan para koordinator PKL. Fungsi jalan harus dikembalikan sesuai aturan sebagai prasarana transportasi,” ujarnya.
Upaya monitoring ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam mendorong penataan kawasan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, guna menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan sehat bagi masyarakat.


