Ad image

Evaluasi Kinerja ASN 2025, Bupati Grobogan: Perbaiki Kekurangan Tanpa Saling Menyalahkan

2 Min Read

, Reaksi Nasional – Bupati Grobogan, , melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sepanjang tahun 2025 dalam apel kerja awal pekan, Senin (5/1/2026). Dalam arahannya, Bupati menekankan agar evaluasi capaian kinerja dilakukan secara konstruktif tanpa budaya saling menyalahkan.

Setyo Hadi menginstruksikan agar program yang sudah berjalan baik untuk dipertahankan, sedangkan aspek yang masih kurang optimal segera dibenahi secara bertahap melalui kerja sama tim.

“Yang sudah berjalan baik perlu dilanjutkan. Sementara yang belum optimal harus diperbaiki bersama, tanpa saling menyalahkan,” tegas Setyo Hadi.

Menurut Bupati, keberhasilan pemerintahan daerah tidak lahir dari kerja individu semata, melainkan hasil dari soliditas kerja tim yang saling menguatkan.

Harmonisasi Atasan dan Bawahan

Dalam konteks manajemen birokrasi, Bupati menyoroti pentingnya keselarasan antarlini, mulai dari pimpinan hingga pelaksana teknis. Ia meminta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memahami karakter dan dinamika bawahannya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) diharapkan mampu memetakan kebutuhan dan tantangan masing-masing perangkat daerah secara komprehensif. Hal ini ditekankan untuk mencegah kurangnya sinkronisasi yang kerap terjadi antara pimpinan unit dan pejabat di bawahnya.

“Kerja yang efektif hanya bisa terwujud jika ada komunikasi yang sehat dan saling menghargai antara atasan dan bawahan,” pesannya.

Etika Bermedia Sosial

Selain kinerja teknis, etika dan perilaku ASN turut menjadi sorotan. Setyo Hadi mengingatkan seluruh jajarannya untuk menjaga sikap rendah hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. ASN diminta menghindari unggahan yang tidak pantas atau bersifat pamer (flexing) demi menjaga citra sebagai pelayan publik.

“Kita ini sama. Tugas kita melayani publik, melayani masyarakat. Kita bergandengan tangan, bekerja bersama,” tuturnya.

Ke depan, Bupati berencana menjadwalkan kunjungan kerja langsung ke sejumlah perangkat daerah. Langkah ini diambil sebagai upaya jemput bola untuk mendengar persoalan riil di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi internal.

Share This Article