BULUNGAN, ReaksiNasional.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara menyoroti perubahan sikap dan perilaku Generasi Z di tengah derasnya arus disrupsi teknologi digital. Generasi muda saat ini dinilai menghadapi tantangan serius, terutama terkait degradasi etika serta menurunnya minat membaca buku fisik.
Ketua DWP Kalimantan Utara, Sipta Meylina Denny Harianto, mengatakan perubahan perilaku anak muda perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para orang tua. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa kemudahan akses informasi, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam pembentukan karakter anak.
“Ada pergeseran sikap yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Melalui seminar ini, kami berharap para narasumber dapat memberikan pemahaman dan solusi bagi para orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka,” kata Sipta Meylina dalam sambutan pembukaan seminar edukatif bertema “Fenomena Degradasi Attitude pada Gen Z: Sebab, Dampak, dan Solusi” di Gedung Gadis 2, kantor gabungan Dinas Provinsi Kaltara, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kamis (4/6/2026).
Seminar tersebut digelar dalam pertemuan rutin pertama DWP Kaltara pada 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum aktifnya kembali agenda rutin organisasi setelah penataan program kerja pascapelantikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara pada Desember 2025.
Sipta Meylina berharap seminar tersebut dapat memberikan wawasan dan solusi bagi para anggota DWP dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan anak di era digital. Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter anak agar tidak mudah terbawa dampak negatif perkembangan teknologi.
Selain menyoroti perubahan etika, Sipta Meylina juga mengingatkan semakin berkurangnya minat membaca buku fisik di kalangan pelajar dan mahasiswa. Berdasarkan pengalamannya berdiskusi dengan berbagai pihak, sebagian besar generasi muda kini lebih banyak memperoleh informasi melalui gawai dibandingkan membaca buku secara langsung.
Menurutnya, banjir informasi digital dapat membuat generasi muda lebih mudah menerima informasi tanpa proses analisis yang memadai. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko anak muda terpapar informasi yang tidak benar atau hoaks.
Sebagai langkah preventif, DWP Kaltara berencana mendorong berbagai program penguatan karakter dan literasi keluarga. Salah satu upaya yang disarankan ialah membiasakan anak membaca buku fisik selama 10 hingga 30 menit setiap hari untuk melatih daya analisis sekaligus membangun karakter positif.
Selain seminar, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan lomba membuat dan merangkai pantun. Agenda itu menjadi sarana melestarikan budaya, mempererat silaturahmi antaranggota, serta menumbuhkan kreativitas di lingkungan DWP Kaltara.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Kaltara berharap para anggota dapat berperan aktif dalam membangun lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang karakter anak secara positif di tengah derasnya arus informasi digital.


