Ad imageAd image

Dukung Visi Ahmad Luthfi, Pemprov Jateng Apresiasi Terobosan Baznas Lewat Zmart dan ZCoffee

3 Min Read

, reaksinasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI yang meluncurkan paket bantuan pemberdayaan ekonomi umat. Program yang terdiri dari Zmart, ZCoffee, dan Baznas Microfinance Masjid (BMM) ini dinilai sebagai solusi konkret untuk mempercepat transformasi penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki).

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam acara peluncuran di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Sabtu (6/12/2025).

Menurut Sumarno, program-program ini selaras dengan visi besar Gubernur Ahmad Luthfi untuk membangun ekosistem yang kuat di Jawa Tengah. Kehadiran unit usaha seperti ZCoffee yang memanfaatkan tren gaya hidup ngopi, serta jaringan ritel Zmart, diharapkan mampu memberikan penghasilan rutin bagi masyarakat kurang mampu sehingga mereka bisa mandiri secara finansial.

Lebih lanjut, Sumarno menyoroti peran strategis Baznas Microfinance Masjid (BMM). Ia menilai skema pembiayaan berbasis masjid ini sangat vital untuk melindungi masyarakat dari jeratan rentenir maupun pinjaman ilegal yang menyengsarakan. Dengan adanya akses modal yang mudah dan syari, ekonomi umat di sekitar masjid diharapkan dapat tumbuh sehat.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Senada dengan hal itu, Ketua Baznas RI, Noor Ahmad, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya mengelola amanah umat untuk pengentasan kemiskinan melalui ekonomi berkelanjutan. Ia menekankan bahwa dana zakat adalah harta suci yang harus dikelola dengan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, masjid, hingga lembaga pendidikan.

Secara data, program ZCoffee yang diluncurkan sejak 2022 kini telah merambah 12 provinsi dengan memberdayakan 130 mustahik. Khusus di Jawa Tengah, saat ini sudah berdiri 22 gerai ZCoffee, termasuk di lokasi strategis MAJT.

Sementara itu, untuk program BMM, Baznas telah bermitra dengan 183 masjid di seluruh Indonesia dan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp26,3 miliar kepada 9.090 mustahik. Di Kota Semarang sendiri, program ini telah memberikan pendampingan kepada 70 mustahik melalui skema qardhul hasan (pinjaman kebajikan tanpa bunga).

Dalam kesempatan ini, Baznas juga mencanangkan target pendirian 1.300 unit Zmart di Jawa Tengah melalui kolaborasi dengan Baznas Provinsi dan 26 Baznas Kabupaten/Kota. Sebanyak 780 unit di antaranya mendapatkan dukungan pendanaan langsung dari Baznas RI dengan total nilai mencapai Rp6,24 miliar. Program Zmart terbukti efektif karena secara nasional telah berhasil “mengwisuda” 459 mustahik menjadi muzakki baru. (*)

Share This Article