Ad imageAd image

Dukung Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jateng Kebut Penyelesaian Backlog 1,3 Juta Unit Hunian

3 Min Read

SEMARANG, reaksinasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan dukungan penuh terhadap program strategis pembangunan 3 juta rumah. Melalui program prioritas “1 Kepala Keluarga 1 Rumah Layak Huni”, Pemprov Jateng menargetkan penyelesaian backlog (kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah) sebanyak 1.332.968 unit dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Target ambisius tersebut dipaparkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat mewakili Gubernur menerima kunjungan kerja reses di Hotel Tentrem, Semarang, Rabu (10/12/2025). Gus Yasin merinci, hingga akhir November 2025, realisasi penyelesaian backlog telah mencapai 161.340 unit, sehingga sisa pekerjaan rumah yang harus dikebut kini berada di angka 1.171.628 unit.

Untuk menuntaskan target tersebut, Gus Yasin menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan adalah pembagian peran secara kolaboratif. Sesuai Surat Edaran Gubernur, penyelesaian hunian tidak hanya bertumpu pada pemerintah provinsi, tetapi melibatkan pemerintah pusat, kabupaten/kota, pengembang, NGO, dana CSR perusahaan, hingga swadaya masyarakat.

Jawa Tengah juga mencatatkan prestasi dalam penyerapan anggaran negara untuk perumahan. Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah ini mencapai 7.534 unit, angka tertinggi di Indonesia. Sementara itu, realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di 33 kabupaten/kota hingga November 2025 telah menembus 20.127 unit dengan nilai penyaluran mencapai Rp2,3 triliun.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain isu hunian, pertemuan tersebut juga membahas sektor ketahanan pangan yang menunjukkan tren positif. Gus Yasin melaporkan adanya peningkatan produksi pangan periode Januari-Desember 2025. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) mengalami surplus sebesar 506.607 ton dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kenaikan serupa terjadi pada komoditas jagung yang diprognosa mencapai 3,8 juta ton, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 3,2 juta ton. Provinsi ini juga mengukuhkan diri sebagai sentra bawang merah dengan produksi 595.173 ton dan cabai sebesar 407.584 ton.

Meski surplus, Gus Yasin tak menampik adanya tantangan berat dalam menjaga kedaulatan pangan, terutama terkait penyusutan lahan baku sawah. Data menunjukkan penurunan lahan seluas 62.193 hektare dalam rentang 2019 hingga 2024. Isu lain yang menjadi perhatian meliputi perubahan iklim, degradasi tanah akibat pupuk kimia, serta dinamika rantai pasok.

Merespons paparan tersebut, rombongan Komisi VI DPR RI yang diketuai Anggia Ermarini turut menghadirkan pimpinan Danantara yang melibatkan BUMN strategis seperti Semen Indonesia dan PTPN. Pihak BUMN berkomitmen berkontribusi melalui skema kemitraan, seperti pengembangan gula semut dari kelapa, penanaman singkong, dan peternakan ayam.

Menariknya, dalam diskusi tersebut muncul solusi inovatif dari Semen Indonesia Holding terkait percepatan pembangunan rumah menggunakan teknologi “Bata Interlog”. Gus Yasin menyambut baik tawaran tersebut dan berjanji akan mendalami potensi kerja sama yang bisa langsung menyentuh kebutuhan petani dan masyarakat berpenghasilan rendah. Ia optimistis, dengan dukungan legislatif dan sinergi BUMN, program perumahan dan pangan di Jateng akan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat. (*)

Share This Article