SEMARANG, ReaksiNasional.com – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kota Semarang menitipkan bantuan kemanusiaan senilai Rp32 juta untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh. Dana yang dihimpun dari anggota Fatayat NU tersebut diserahkan secara simbolis kepada tim NU Peduli Jateng yang diwakili Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, Muhammad Mahsun, pada penutupan Apel Pelepasan Relawan NU Peduli Jateng ke Aceh di halaman Kantor PWNU Jawa Tengah, Jalan dr. Cipto 180, Kota Semarang, Sabtu (10/1/2026) sore.
Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang Istighfaroh menyampaikan rasa syukurnya karena kegiatan penggalangan donasi yang dilakukan secara beruntun dapat berjalan dengan lancar. Ia mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara di Aceh yang tengah berupaya bangkit dari musibah bencana.
Menurut Istighfaroh, penggalangan donasi dilakukan dalam waktu yang relatif berdekatan. Sebelumnya, Fatayat NU Kota Semarang juga menyalurkan bantuan untuk korban banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang, seperti Tambakrejo, Kaligawe, dan Gayamsari, melalui posko NU Peduli. Setelah itu, pihaknya kembali menggalang donasi menyusul terjadinya bencana di Sumatra dan Aceh.
Ia menegaskan, dalam penggalangan dana untuk Aceh, Fatayat NU Kota Semarang tidak menetapkan target khusus dan hanya menerima donasi dalam bentuk uang. Hal tersebut dilakukan agar pengalokasian bantuan lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, donasi berupa barang, khususnya pakaian, membutuhkan waktu lebih lama untuk proses penyortiran dan pengemasan. Selain itu, perbedaan selera dan karakter masyarakat penerima juga menjadi pertimbangan agar bantuan yang disalurkan benar-benar bermanfaat dan tepat guna.
Lebih lanjut, Istighfaroh menilai musibah yang menimpa masyarakat Aceh tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan persaudaraan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan. Ia menyebut, Fatayat NU Kota Semarang telah mulai melakukan pemetaan wilayah untuk pengembangan bank sampah sebagai langkah kecil namun nyata dalam upaya pencegahan bencana.
Ia menambahkan, kader Fatayat NU merupakan perempuan-perempuan pilihan yang tidak hanya berperan sebagai ibu dalam keluarga, tetapi juga aktif dalam kegiatan organisasi, keagamaan, dan sosial. Berbagai kegiatan rutin, mulai dari pengajian hingga aksi sosial, terus dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

