Ditanya Soal Muktamar PBNU, Gus Yahya Tegaskan Masih dalam Proses Konsolidasi

2 Min Read
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan keterangan kepada awak media usai peresmian Gedung PCNU Kota Semarang di Jalan Puspogiwang I, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026).

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa agenda Muktamar masih dalam tahap proses konsolidasi internal organisasi. Menurutnya, pelaksanaan Muktamar tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui mekanisme organisasi yang berjenjang dan terstruktur.

Hal tersebut disampaikan saat ditemui usai peresmian Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang di Jalan Puspogiwang I Nomor 47, Kota Semarang, , Sabtu (24/1/2026). Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini telah berlangsung pembicaraan-pembicaraan intensif di internal PBNU terkait langkah-langkah ke depan dalam rangka persiapan Muktamar.

Gus Yahya menjelaskan bahwa Muktamar merupakan agenda besar organisasi yang membutuhkan persiapan matang dan tidak bisa diselenggarakan secara tergesa-gesa. Menurutnya, terdapat sejumlah tahapan organisasi yang harus dilalui sebelum Muktamar digelar, antara lain konferensi besar dan musyawarah nasional alim ulama, yang seluruhnya kini masih dalam tahap perancangan.

Saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan Muktamar, Gus Yahya menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan jadwal pasti. Ia menegaskan masih banyak aspek teknis yang perlu diperhitungkan dan dimatangkan sebelum agenda puncak tersebut dapat ditetapkan secara resmi.

Meski persiapan Muktamar masih berjalan, PBNU telah menyiapkan agenda besar terdekat, yakni resepsi peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100 tahun berdasarkan kalender masehi. Gus Yahya menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026.

Resepsi peringatan satu abad NU tersebut rencananya akan digelar di Istora Senayan pada pagi hari. Gus Yahya menyampaikan bahwa PBNU akan mengundang berbagai pihak untuk menghadiri acara tersebut sebagai bagian dari momentum bersejarah bagi Nahdlatul Ulama.

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Share This Article